Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto

Kebijakan Belajar Daring Lemah di Tahap Implementasi

Pendidikan Virus Korona Metode Pembelajaran
Ilham Pratama Putra • 31 Maret 2020 20:05
Jakarta: Masih banyaknya ditemukan kendala dalam pembelajaran daring membuat sejumlah pihak menyebut pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gagap beradaptasi dengan era disrupsi teknologi. Padahal, payung hukum tentang belajar daring sudah dibuat sejak empat tahun lalu, namun masih lemah dalam implementasi.
 
Standar untuk menggelar pembelajaran berbasis daring sejatinya telah diatur dalam Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan. Namun faktanya, empat tahun berselang masih banyak kendala yang ditemui dalam pembelajaran daring.
 
Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano menolak munculnya anggapan bahwa pihaknya tak melakukan apa-apa selama empat tahun ini. Dia juga menyebut pandemi virus korona atau coronavirus disease (covid-19) bukanlah pemantik utama digalakkannya penerapan belajar daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak terlambat ini sebenarnya, sudah banyak guru juga yang melakukan belajar daring, menggunakan teknologi," kata Supriano dalam konferensi video, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Dia mengaku, saat ini pihaknya telah memasuki pengembangan dari masa belajar daring, yakni dengan diluncurkannya laman "Guru Berbagi". Pihaknya ingin ada wadah, agar guru saling berkolaborasi dalam penerapan belajar daring.
 
"Jadi kami membuka laman guruberbagi.kemdikbud.go.id untuk guru agar berkolaborasi, saling memberikan inspirasi dalam menerapkan metode pembelajaran yang cocok dalam situasi covid-19 ini," lanjut dia.
 
Baca juga:Kemendikbud Luncurkan 'Guru Berbagi' untuk Saling Menginspirasi
 
Pentingnya kolaborasi guru bukan hanya disadari pada masa darurat korona saja. Pihaknya menyebut telah melakukan berbagai upaya agar guru bisa bergotong royong dalam penerapan pendidikan berbasis daring ini.
 
"Jadi kami selalu ingin menampung praktik baik yang dilakukan guru, untuk kemudian guru bisa juga menggunakan teknologi ataupun cara yang sama ketika diterapkan di sekolah masing-masing," tukas dia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif