Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom

Tahun Ajaran Baru, Protokol Kesehatan Harus Dijalankan Disiplin

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Arga sumantri • 13 Juli 2020 19:31
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) meminta orang tua murid dan pihak sekolah mengedepankan pertimbangan kesehatan dan aspek kejiwaan peserta didik dalam memutuskan mekanisme belajar pada tahun ajaran baru 2020/2021. Jadikan disiplin menjalankan protokol kesehatan sebuah kewajiban.
 
"Secara pribadi saya tidak setuju dengan mekanisme belajar yang mengharuskan siswa bertatap muka di sekolah pada masa pandemi," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Juli 2020.
 
Alasannya, jelas Rerie, semua pihak harus jujur bahwa masyarakat belum memiliki kemampuan secara konsisten untuk menegakkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. "Seharusnya disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Komisi X DPR itu prihatin terhadap sejumlah daerah yang memulai tahun ajaran baru dengan proses belajar mengajar tatap muka. Apalagi, di beberapa daerah terpantau dalam kegiatan belajar mengajar tidak menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, seperti tidak menggunakan masker dan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan lainnya.
 
Di sejumlah daerah, menurut Rerie, saat ini bahkan masih terus terjadi peningkatan jumlah pasien positif virus korona (covid-19). Contohnya, di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.
 
"Ketika angka sebaran positif covid-19 terus naik di sejumlah daerah, jangan sampai proses tatap muka belajar malah membuat sekolah menjadi episentrum penyebaran baru," ujar Legislator Partai NasDem itu.
 
Baca:Sekolah Dilarang Gelar MPLS Tatap Muka
 
Berdasarkan kenyataan tersebut, tambah Rerie, opsi pendidikan jarak jauh (PJJ) harus diperkuat di sejumlah daerah yang infrastrukturnya belum memadai. Rerie mengakui ini keputusan yang sulit. Sebab, tidak semua sumber daya kependidikan memiliki kemampuan melakukan PJJ.
 
"Baik itu kemampuan mengajar, maupun dukungan infrastuktur. Demikian pula dengan kondisi orang tua siswa dan siswa bersangkutan yang sudah mulai bosan belajar di rumah," ujarnya.
 
Di sisi lain, tambah Rerie, ancaman penyebaran covid-19 kian meluas di Tanah Air. Termasuk, mengancam para peserta didik bila berkumpul di sekolah.
 
Terkait ancaman penyebaran virus yang meluas, jelasnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengeluarkan surat himbauan terkait update transmisi covid-19 tertanggal 11 Juli 2020. Surat imbauan itu mengingatkan risiko penularan virus korona secara airborne, terutama pada ruangan tertutup.
 
PDPI mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik sembari tetap menghindari keramaian di tempat tertutup maupun tempat terbuka. Perlu juga menciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik, serta disiplin menjalankan protokol kesehatan.
 
"Saya berharap imbauan PDPI itu segera dicermati dengan baik dan upaya untuk memenuhi sejumlah persyaratan tersebut harus diselesaikan secara menyeluruh, sebelum memutuskan membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif