Fahri Sebut Pemerintah Gamang Hidupkan Kembali PMP
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: MI/Mohamad Irfan
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tak sepakat rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghidupkan kembali meteri Pendidikan Moral dan Pancasila (PMP) di sekolah. Menurut fahri, menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila ke siswa tidak harus melalui PMP. 

"Saya anggap bagian dari kegamangan pemerintah. Mengajarkan civic education itu memang harus tapi tidak harus PMP," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 27 November 2018.


Fahri khawatir menghidupkan kembali PMP akan kembali ke masa orde baru. Adanya interpretasi pemerintahan yang totaritarian.

"Nanti adanya pandangan bahwa pemimpin negara itu enggak bisa disalahkan atau selalu benar atau komunalitas itu selalu mengalahkan individualitas. padahakkan enggak selalu begitu," ujarnya.

Baca: Wiranto Sepakat PMP Dihidupkan Kembali

Politikus Partai Keadilan Sejehtera itu menilai pemerintah gagal mengembangkan tafsiran pendidikan kewarganegaraan. Ketika, nilai-nilai Pancasila mulai luntur buru-buru gegabah mewacanakan menghidupkan kembali PMP. 

"Dalam transisi sebenarnya saya kira buat juga kurikulum baru pendidikan kewarganegaraan. Itu aja dikembangkan lagi," tuturnya. 

"Bukan kemudian mengambil mahzab dari pikiran lama yang diduga oleh orang cenderung memiliki nuansa totaliter itu tidak boleh kita biarkan," imbuhnya.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id