Menag, Lukman hakim Saifuddin menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan tiga pimpinan PTKIN, Kemenag/Rusydi.
Menag, Lukman hakim Saifuddin menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan tiga pimpinan PTKIN, Kemenag/Rusydi.

Menag Lantik Tiga Rektor PTKIN

Pendidikan pelantikan rektor Pendidikan Tinggi Pendidikan Agama
Intan Yunelia • 08 Januari 2019 12:46
Jakarta: Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melantik tiga rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menag berharap ketiga pimpinan PTKIN yang baru dilantik tersebut dapat membawa kampus menjadi yang terdepan dan berkelas dunia. 

Ketiga pimpinan yang dilantik yaitu Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Sumanta, M.Ag sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syek Nur Jati Cirebon, dan Dr. Inayatillah, S.Ag, M.Ag sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh.

Ketiga rektor PTKIN tersebut dilantik sebagaimana tercantum pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/00429, B.II/3/00430, dan B.II/3/00431.  Lukman menyampaikan pesan-pesan bagi pimpinan PTKIN yang baru dilantik, agar menjaga tradisi akhlak islami dan intelektual yang kian berkembang di kampus-kampus PTKIN. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Karena kita Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, maka sebebas apapun intelektualitas kita berkembang, sebebas apapun kita menggali ilmu pengetahuan, saya ingin seluruhnya harus bertumpu pada akhlak," ujar Lukman, di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.  Selain itu, dalam setiap pengembangan intelektual yang dilakukan PTKIN juga harus berorientasi pada terwujudnya masyarakat yang beraklak baik.  "Dan tentu itu tetap dengan menjaga kehidupan intelektualitas kampus sebagaiamana lazimnya perguruan tinggi," kata Lukman.

Baca: UNS Raih Tiga Penghargaan dari Kemenristekdikti

Terkait moderasi beragama, menag inginkan PTKIN menjadi kampus yang terdepan dan berkelas dunia. Hal yang perlu dilakukan, PTKIN harus akrab dengan persoalan aktual yang ada di masyarakat.

"Saya minta PTKIN harus lebih proaktif untuk speak out, speak up merespons persoalan masyarakat. Khususnya dalam masalah agama dan persoalan kemasyarakatan pada umumnya. Dan dalam merespons permasalahan itu tetaplah bertumpu pada moderasi beragama," terangnya.

Begitupun dengan moderasi agama perlu diterapkan karena saat ini masyarakat dihadapkan pada paham keagamaan yang konservatif. Sehingga tercabut dari realitanya.

"Di sisi ekstrim yang lain juga berkembang paham liberal, yang juga sesungguhnya tercerabut dari realitas kehidupan keagamaan dan ke-Indonesiaan kita,"imbuhnya.

Lukman juga meminta ketiga rektor ini untuk memfokuskan diri pada tata kelola kelembagaan. "Benahi tata kelola kelembagaan Khususnya manajemen organisasi dan manajemen keuangan,"pungkasnya



(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi