Dua Hal yang Patut Ditiru Dari Anak Muda Tiongkok
Dubes Tiongkok, Djauhari Oratmangun bersama 13 Lulusan Beijing Institute of Technology (BIT) asal Indonesia.
Jakarta:  Sebanyak 13 mahasiswa Universitas Mercu Buana telah menyelesaikan studi program S1 dan S2 di Beijing Institute of Technology (BIT).  Banyak hal yang dapat "dibawa pulang" lulusan BIT ini selain bekal akademik, di antaranya rasa nasionalisme dan kreativitas generasi muda Tiongkok yang tinggi dalam membangun negaranya.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun menyampaikan, para mahasiswa tersebut beruntung telah mendapatkan kesempatan memperluas pengetahuan di negara yang memiliki teknologi maju dan berkembang pesat. 


"Tiongkok tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, namun sudah mampu mengelola industri inovatif sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan," jelas Djauhari dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id,Kamis, 5 Juli 2018.

Tiongkok juga telah mampu membangun industri berbasis teknologi yang kuat. Menurut Djauhari, kunci sukses Tiongkok dalam membangun negaranya menjadi modern adalah pembangunan sumber daya manusia yang cinta, dan dengan cara inovatif membangun negaranya.

"Rasa nasionalisme, cinta negara yang ditanamkan pada setiap warga negara Tiongkok telah membawa negara ini menjadi salah satu perekonomian terkuat di dunia," kata Djauhari.

Menurut Djauhari, hal ini yang perlu ditiru generasi muda lulusan Tiongkok. Para mahasiswa diminta juga untuk terus memperdalam bahasa Mandarin yang telah mereka dapatkan selama belajar di Tiongkok.

"Pengetahuan mengenai bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok akan menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja," tegasnya.

Tiga belas mahasiswa Indonesia dari Universitas Mercu Buana tersebut telah mengikuti double degree program 2+2 dengan BIT. Dua di antaranya menyelesaikan program pascasarjana di bidangMechanical engineering dan Industrial design. Sebagian besar mahasiswa tersebut mengambil jurusan Computer science dan Industrial designsertaSoftware engineering.

Untuk diketahui, Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi di dunia pada 2030. "Kalian, para generasi muda, yang akan menjadi pengggerak utama perekonomian Indonesia yang kuat di masa depan," seru Djauhari.

Saat ini, Indonesia memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Tiongkok. Salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan itu merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 3,361 juta.

Apabila digabungkan dengan nilai investasi Hong Kong di Indonesia yang sebesar USD 2,116 juta, maka total nilai investasi Tiongkok di Indonesia berada di urutan kedua setelah Singapura.
Selain itu, perusahaan besar di bidang teknologi dan komunikasi seperti Huawei dan perusahaan e- commerceseperti Alibaba juga telah melakukan investasi di Indonesia.

Dengan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang didapat selama belajar di Beijing, para mahasiswa memiliki peluang besar untuk mengisi berbagai posisi di perusahaan Tiongkok di Indonesia. "Mereka juga memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan kemampuan mereka di bidang informasi dan teknologi," tutup Djauhari.



(CEU)