Serikat Guru: Kaji Ulang UNBK Demi Pendidikan Berkualitas
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2018 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Tarcisius di Dumai, Dumai, Riau, Senin (9/4). (Foto: Antara/Aswaddy Hamid).
Jakarta: Para peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA mengeluhkan sulitnya soal-soal, utamanya mata uji matematika. Soal yang disajikan tidak sesuai dengan kisi-kisi.

"Kesulitan para siswa menjawab soal UNBK matematika tersebut diakibatkan oleh ketidaksamaan soal yang keluar dengan kisi-kisi soal dan try out yang sudah dilakukan berkali-kali sebelum UNBK," ungkap Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram, Mansur, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu, 15 April 2018.


(Baca juga: Mendikbud: Siswa tak Siap Kenaikan Standar UNBK)

Menurut Mansur, perbedaan soal UNBK dengan kisi-kisi yang dipelajari membuat kondisi psikologis siswa terganggu. Pasalnya para siswa sudah belajar optimal sesuai kisi-kisi soal dan try out yang dipelajari berbulan-bulan.

"Tapi soal yang keluar ternyata jauh dari perkiraan," ketusnya.

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim justru mengkritisi keberadaan UN. UN dianggap bertentangan dengan tindakan untuk memperbaiki kualitas sekolah dan pendidikan karena wajib bagi siswa tapi tidak menjadi penentu kelulusan dan indikator masuk kampus.

"Pemerintah mesti memikirkan ulang tujuan dan kegunaan UNBK bagi sekolah. Mesti ada kejelasan status, kegunaan praktis, dan tindak lanjut akan hasil nilai UN tersebut. Jika semua itu dilakukan konsisten dan terbuka, tentu akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas," tegas Satriwan.

(Baca juga: Mendikbud Minta Maaf Soal UNBK SMA Sulit)

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta maaf terhadap sulitnya soal UNBK 2018. Ia berjanji membenahi masalah tersebut pada pelaksanaan UNBK tahun depan.

"Soal itu, saya meminta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa kesulitan yang tak bisa ditoleransi," tuturnya.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id