Ilustrasi - Medcom.id
Ilustrasi - Medcom.id

Abdul Basith Dinilai Perburuk Citra IPB

Pendidikan kerusuhan
Candra Yuri Nuralam • 06 Oktober 2019 07:26
Jakarta: Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) resah usai dosen Abdul Basith (AB) ditetapkan tersangka dalam kasus rencana kerusuhan yang akan menunggangi Aksi Mujahid 212. AB dinilai mencemarkan nama besar keluarga IPB.
 
“Saya tidak berprasangka buruk apalagi membangun opini publik yang mencemarkan nama baik IPB. Tetapi, sebagai orang-orang yang pernah berkuliah di kampus tersebut, kami merasa prihatin dan bertanggungjawab kepada publik," kata Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Muhamad Karim dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu 6 Oktober 2019.
 
Alumni lain, Hermen Sihombing mengatakan AB menambah daftar pandangan negatif kampus IPB. Ini dinilai bisa menghancurkan citra IPB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama ini IPB telah mengalami stigmatisasi yang tak baik soal isu gerakan eksklusif. Salah satunya tahun 2016 terjadi peristiwa menghebohkan. Deklarasi Mahasiswa mendukung Khilafah di GWW – IPB," ujar Hermet.
 
Para alumnni juga takut kasus AB membuat IPB jadi sepi peminat. Ini terbukti dari banyaknya Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit tak lagi melirik IPB sebagai kampus yang diinginkan.
 
“Stigma ini telah terpatri dalam benak publik secara luas. Bahkan, saya memperoleh informasi, tak sedikit SMA favorit telah mencoret IPB dari daftar universitas tujuan siswa-siswa mereka,” ujar Alumni Fakiltas Teknologi IPB Musollini Lubis.
 
Jika stigma ini berkelanjutan dikhawatirkan harga jual alumni IPB dalam dunia kerja menurun. Para alumni takut lulusan IPB masuk dalam daftar hitamnya karena terlalu banyak kasus berat.
 
“Tak sedikit pula perusahaan multinasional yang bersikap resisten terhadap pelamar kerja lulusan IPB. Mereka khawatir para lulusan IPB tersebut akan menularkan virus radikalisme kepada karyawan-karyawan mereka. Kasus AB bisa memperburuk kondisi ini," kata Alumni Fakultas Pertanian IPB Andjoko.
 
Para alumni meminta pihak kampus tegas mengambil langkah dalam kasus AB. IPB harus menolak radikalisme dalam bentuk apa pun di dalam lingkungan kampus.
 
“Pihak IPB seyogyanya bersikap tegas untuk mengecam tindakan tersebut. Pihak IPB tidak bisa menutup mata atas kejadian ini. Dipertegas oleh Ramses Panjaitan, Alumni Fakultas Peternakan IPB," kata Aluni fakultas Perikanan IPB Thomas Nugroho.
 
Para alumni meminta kampus menyerahkan seluruh kasus kepada kepolisian. Kampus diminta tidak perlu memberikan bantuan dantransparan dalam menindak AB. Hal ini dilakukan agar publik tidak berprasangka buruk kepada kampus.
 
“Saya tak ingin IPB menjadi olok-olokan di masyarakat akibat respon pihak institusi maupun lainnya yang terkesan permisif. Saya juga mengingatkan agar pernyataan-pernyataan resmi IPB di ruang publik dan media sosial lebih tegas, jelas dan tidak abu-abu sehingga berpotensi menimbulkan antipati berbagai kalangan," kata Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB Erika Sari.
 

(NUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif