Sastrawan, Eka Kurniawan. Foto:  MI/Susanto
Sastrawan, Eka Kurniawan. Foto: MI/Susanto

Mendikbud Hormati Penolakan Sastrawan Eka Kurniawan

Pendidikan kebudayaan
Citra Larasati, Rifaldi Putra irianto • 10 Oktober 2019 20:30
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan dirinya menghormati keputusan sastrawan Eka Kurniawan yang menolak penghargaan Anugerah Kebudayaan kategori Maestro Seni Tradisi yang diberikan padanya.
 
"Itu kan memang tidak wajib. Diterima syukur, tidak juga tidak apa-apa. Saya hormati penolakan itu," kata Muhadjir, di Jakarta, Kamis, 10 oktober 2019.
 
Sebelumnya, sastrawan Eka Kurniawan menolak Anugerah Kebudayaan kategori Maestro Seni Tradisi tahun ini. Eko mengatakan, penolakannya ini karena pemerintah dinilai belum berpihak pada perlindungan pekerja seni dan budaya di Tanah Air. Menanggapi alasan Eka, Muhadjir pun mengakui bahwa pernyataan Eka tidak sepenuhnya keliru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun setidaknya, kata Muhadjir, pemerintah saat ini sudah memulai serius melakukan apa yang menjadi tuntutan para pelaku seni dan kebudayaan tersebut. Salah satunya ditunjukkan dengan mulai dianggarkannya Dana Abadi Kebudayaan mulai tahun ini.
 
Dana Abadi Kebudayaan ditargetkan mencapai Rp10 triliun dalam lima tahun ke depan. "Segala sesuatu itu kan tidak sak deg sak nyet (tiba-tiba). Misal dari sisi penganggaran saja kita sudah anggarkan Dana Abadi Kebudayaan. Dana abadi kan tidak bisa sekali langsung puluhan triliun. Nanti itu bertambah pelan-pelan," jelasnya.
 
Penulis Eka Kurniawan menolak Anugrah Kebudayaan dan Maestro Seni tradisi 2019, mulanya penghargaan itu akan diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepadanya pada Kamis malam, (10/10).
 
Dalam keterangannya ada beberapa alasan yang membuat Eka menolak penghargaan tersebut, salah satunya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberikan apresiasi bagi pekerja seni dan budaya.
 
Ia menilai penghargan yang akan diterimanya yang berupa pin dan uang senilai Rp50 juta dipotong pajak tersebut, terlihat kontras dengan hadiah yang diterima para atlet atau olahragawan yang memenangkan olimpiade.
 
"Reaksi saya secara otomatis adalah, “Kok, jauh banget dengan atlet yang memperoleh medali emas di Asian Games 2018 kemarin?” sebagai informasi, peraih emas memperoleh 1,5 miliar rupiah. Peraih perunggu memperoleh 250 juta. Pertanyaan saya mungkin terdengar iseng, tapi jelas ada latar belakangnya, " kata Eka dalam keteranganya, Jakarta, Kamis (10/10).
 
Ia juga menilai bahwa, negara telah mangkir dalam memberikan perlindungan pada industri perbukuaan, ia pun mempertanyakan kepedulian pemerintah dengan pekerja seni dan budaya.
 
"Akhir-akhir ini, industri perbukuan, terutama penerbit-penerbit kecil dan para penulis, menjerit dalam ketidakberdayaan menghadapi pembajakan buku, " jelas penulis novel Cantik Itu Luka dan Lelaki Harimau.
 
Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya kembali menggelar Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi. Tahun ini, penghargaan tersebut akan diberikan kepada 59 orang seniman dan maestro seni tradisi.
 
Kelima penerima anugerah kategori Maestro Seni Tradisi adalah Usman Lajanja (Sulawesi Tengah), Gustaf Bame (Papua Barat), Warsad Darya (Jawa Barat), Maryam (Jambi), Usman (Kalimantan Barat).
 
Anugerah Kebudayaan yang digelar oleh Direktorat Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan apresiasi berupa uang kehormatan kepada peraih Anugerah Maestro Seni Tradisi. Uang kehormatan itu akan diberikan setiap tahun selama seumur hidup.
 
"Ditetapkan Maestro Seni Tradisi, orang itu akan mendapatkan uang kehormatan 25 juta per tahun khusus Maestro Tradisi, sampai wafat," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Najamudin Ramli saat jumpa pers di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Oktober 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif