Ilustrasi air. Medcom
Ilustrasi air. Medcom

Banyak Sampah, Mahasiswa ITS Gagas Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Brantas

Renatha Swasty • 30 November 2022 10:57
Jakarta: Pesatnya perkembangan teknologi terus menuntut inovasi. Sebanyak tiga mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil melahirkan inovasi bidang infrastruktur dan teknologi sumber daya air melalui sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT).
 
Tim CT-Reese Garvi yang terdiri atas Rahma Dwi Nur Andini, Shella Anika Andamari, dan Lina Rahmawati menciptakan sistem monitoring kualitas air pada Sungai Brantas. Ketua tim Shella Anika Andamari menuturkan inovasi berawal dari keresahan kondisi terkini Sungai Brantas yang dipenuhi sampah dari aktivitas masyarakat setempat.
 
Shella menyampaikan dari lokasi studi kasus di Jembatan Karang Pilang hingga Pintu Air Jagir ditemukan limbah industri dan limbah masyarakat setempat seringkali dibuang langsung di sungai. Hal ini berdampak terhadap penurunan kualitas air Sungai Brantas sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Oleh sebab itu, kami menggagas inovasi dengan memanfaatkan sensor untuk monitoring kualitas air sungai,” kata Shella dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 November 2022.
 
Mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ini menjelaskan terdapat dua skema kerja dalam sistem monitoring tersebut. Skema pertama, peletakan sensor pada badan sungai di sekitar Jembatan Karang Pilang dan Pintu Air Jagir.
 
Sensor tersebut akan membaca kualitas air sungai sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Antara lain pH, kekeruhan air, kadar garam, dan suhu.
 
Skema kedua, sistem peringatan dini yang merupakan lanjutan dari skema awal. Saat kualitas air melebihi kadar baku mutu, peringatan dini akan dilaporkan kepada stakeholder terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perusahaan Jasa Tirta 1.
 
“Nantinya mereka yang akan memantau dan melakukan controlling kualitas air sepanjang Jembatan Karang Pilang menuju Pintu Air Jagir,” papar dia.
 
Shella menyebut dalam pemantauan hasil monitoring kualitas air, dia dan tim menggagas dua alur informasi yaitu untuk perusahaan pengelola sungai dan masyarakat umum. Data lengkap serta riwayat hasil monitoring hanya dapat diakses melalui aplikasi oleh pihak pengelola sungai seperti Jasa Tirta.
 
Sementara itu, masyarakat juga dapat melihat hasil pemantauan kualitas air secara real time melalui layar yang disediakan dari lokasi sensor diletakkan. Inovasi ini dibuat di bawah bimbingan dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS Ismail Sa’ud.
 
Tim berhasil meraih juara III dalam Kompetisi Bangunan Air Indonesia (KBAI) 2022 di Universitas Brawijaya. Gadis asal Lamongan ini mengungkapkan meskipun baru berupa gagasan, inovasi tim tersebut diharapkan bisa direalisasikan agar mampu membantu pihak pengelola air bersih dalam menjaga kualitas air.
 
Baca juga: ITS Bikin Pikap Listrik, Jarak Tempuhnya Sampai 200 KM

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif