Direktur Program Inovasi, Mark Heyward. Foto: Inovasi
Direktur Program Inovasi, Mark Heyward. Foto: Inovasi

Studi: Banyak Siswa Belum Kuasai Keterampilan Literasi dan Numerasi Dasar, Ini Dampaknya

Citra Larasati • 06 Desember 2022 19:05
Jakarta:  Banyak siswa di Indonesia yang belum menguasai keterampilan literasi dan numerasi dasar. Padahal, siswa yang belum menguasai kemampuan dasar di jenjang tertentu akan semakin tertinggal di jenjang-jenjang berikutnya.
 
Hal tersebut terungkap dari hasil Studi Kesenjangan Pembelajaran yang dilaksanakan oleh BSKAP dan Inovasi sejak 2020.
 
Direktur Program Inovasi, Mark Heyward mengatakan, sebanyak 18.370 siswa kelas 1-3 sekolah dasar dengan proporsi gender setara dari 612 sekolah yang dipilih secara acak berpartisipasi di dalam studi ini.  Mereka berasal dari 11 kabupaten Inovasi di provinsi Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memberikan cakupan dan keseimbangan dalam seluruh aspek sistem pendidikan Indonesia, ditambahkan pula delapan kabupaten non-mitra Inovasi, yakni dari provinsi Jambi, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan dan Maluku Utara. 
 
Temuan studi tersebut dilaporkan dalam tiga seri. Di seri pertama yang berjudul Studi Kesenjangan Pembelajaran-seri 1.  Tak Sekadar Huruf dan Angka: Pengaruh Pandemi Covid-19 dan Fondasi Dasar Literasi dan Numerasi di Indonesia.

Reformasi Kurikulum

Lalu pada laporan seri kedua berjudul Studi Kesenjangan Pembelajaran- seri 2, Mereformasi Kurikulum Indonesia: Bagaimana Kurikulum Merdeka Mengatasi Learning Loss dan Meningkatkan Hasil Belajar dalam Literasi dan Numerasi.  "Ada temuan terkait standar kurikulum nasional yang lebih tinggi dari laju kemampuan belajar siswa dan standar global," kata Heyward dalam Temu Inovasi ke-14 di Jakarta, Selasa, 6 Desember 2022.
 
Untuk itu, kata Heyward, reformasi kurikulum diperlukan karena kurikulum yang fokus terhadap kemampuan esensial berpotensi mengurangi menekan kehilangan hasil belajar (learning loss) selama pandemi.
 
Adapun pada laporan seri ketiga yang berjudul Studi Kesenjangan Pembelajaran-seri 3, Kesenjangan yang Kian Melebar: Dampak Pandemi covid-19 pada siswa dari kelompok paling rentan di Indonesia, terungkap, meskipun covid-19 berdampak untuk semua siswa, siswa dari kelompok rentan cenderung paling terdampak. Siswa dengan multi kerentanan berpotensi memiliki hasil belajar lebih rendah.
 
Siswa di pedesaan dan daerah terpencil lebih banyak yang memiliki performa literasi dan numerasi tingkat 1 sehingga tidak memenuhi tingkat keterampilan minimum dibandingkan dengan siswa di perkotaan. Bagi kelompok siswa penyandang disabilitas, sebanyak 91 persen siswa laki-laki penyandang disabilitas di pedesaan tidak memenuhi tingkat keterampilan minimum.
 
Sementara jumlah siswa laki-laki penyandang disabilitas di perkotaan yang tidak memenuhi keterampilan minimum mencapai 82 persen.  Faktor lainnya adalah guru dan keluarga. Sebanyak 56 persen guru di pedesaan dan daerah terpencil merasa kurang percaya diri untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
Sementara guru di perkotaan yang kurang percaya diri untuk melakukan PJJ hanya 37 persen. Dari sisi orang tua, orang tua siswa di perkotaan lebih terlibat dalam studi anak-anak mereka dibandingkan dengan orang tua di pedesaan dan daerah terpencil.
 
Heyward mengatakan, studi menyimpulkan, kurikulum yang berfokus pada kemampuan esensial (literasi dan numerasi) berpotensi mengurangi learning loss. Selain itu, kurikulum yang berfokus pada materi esensial juga berpotensi untuk mengurangi ketimpangan hasil belajar bagi kelompok rentan.
 
“Karakter kurikulum yang berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa adalah kurikulum yang berfokus pada materi esensial dan memberikan ruang fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak,” ujarnya.
 
Berangkat dari temuan-temuan tersebut, ada sejumlah rekomendasi yang dirumuskan. Di level sistem dan kebijakan, perlu ada transformasi kurikulum, pengembangan kapasitas guru, serta perbaikan akses dan kualitas sumber daya pembelajaran dan infrastruktur.
 
Di level sekolah, perlu ada penggunaan asesmen formatif, adaptasi pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, serta memaksimalkan penggunaan sumber belajar seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan platform lokal yang tersedia. 
 
Lalu di level komunitas, perlu ada upaya untuk mengaktifkan komunitas praktisi seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk pengembangan kapasitas guru, serta membangun dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat (orang tua, swasmitra pembangunan, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), perangkat desa, dan pihak relevan lainnya).  Juga entitas pendidikan terkait (Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGP)).
 
Temu Inovasi ke-14 menjadi ajang bertukar pengetahuan dan pengalaman guna merumusan rekomendasi bagi upaya mendorong transformasi pembelajaran. Diskusi tersebut didasarkan pada temuan dari seri laporan studi kesenjangan hasil belajar siswa yang dilakukan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Program Inovas.     
 
Acara bertema “Transformasi Pembelajaran: Sampai di Mana Perjalanan Kita?” yang diadakan di Jakarta, Selasa, 6 Desember 2022.  
 
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo mengatakan, tujuan studi adalah agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapat pengalaman dan kesempatan belajar yang sama, serta membangun kapasitas dan keterampilan-keterampilan dasar yang memampukan mereka untuk menjadi manusia mandiri di masa depan.
 
“Kecakapan adalah menjadi dasar kelulusan, tujuan pembelajaran. Konten adalah sarana. Yang penting dalam pendidikan adalah semua anak belajar dan menjadi mandiri,” kata Anindito.
Baca juga:  Kepala Perpusnas: Jangan Sampai Perpustakaan Jadi Menara Gading

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif