Ilustrasi. Foto: Antara
Ilustrasi. Foto: Antara

Sekolah Siasati dengan Kombinasi Tatap Muka dan Daring

Yogyakarta Belum Terapkan Siswa Belajar di Rumah

Pendidikan Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 18 Maret 2020 11:14
Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta belum menerapkan belajar daring atau belajar di rumah bagi siswa untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Korona atau coronavirus disease (covid-19). Sejumlah kepala daerah telah meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dan menggantinya dengan belajar daring dari rumah.
 
Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk mengubah pembelajaran siswa di sekolah. Namun, ia menekankan adanya pengondisian dalam menjaga kesehatan di sekolah.
 
"Misal di setiap pintu masuk ruang kelas disediakan tampat cuci pakai sabun, syukur disediakanhand sanitizer. Kami telah koordinasikan dengan dinas pendidikan untuk menyampaikan ke kepala-kepala sekolah," kata Baskara Aji di Yogyakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan ini berdampak pada sejumlah sekolah yang terpaksa masih harus menerapkan KBM tatap muka di sekolah. Salah satunya SMA Negeri 3 Yogyakarta, akhirnya menerapkan dua model pembelajaran sekaligus di tengah penyebaran virus korona atau Covid-19.
 
Pembelajaran harus dilakukan tatap muka langsung dan virtual atau daring sekaligus. "Banyak orang tua yang memintakan izin anaknya untuk tidak masuk. Kami izinkan dan tetap ada siswa yang masuk karena takut kehilangan uang saku," kata Wakil Kepala Humas SMA 3 Yogyakarta, Agus Santosa.
 
Baca juga:Enam Provinsi Tunda UN SMK
 
Agus mengungkapkan, pihak sekolah memberlakukan dua sistem pembelajaran dengan situasi itu. Selain tatap muka, ada juga yang dengan virtual memakai aplikasi.
 
"Kami sudah lakukan workshop Google class room kemarin. Seluruh guru saat ini bisa memakai aplikasi," kata dia.
 
Dari situ, proses belajar mengajar tetap dilakukan tatap muka dan virtual. Siswa yang memilih mengikuti pembelajaran dari rumah harus menyesuaikan jadwal pelajarannya.
 
"Kondisinya macam-macam. Ada siswa yang pakai sarung saat belajar dari rumah," ujarnya.
 
Menurut dia, dua metode pembelajaran sekaligus ini cukup efektif. Agus mengaku sudah melakukannya saat mengajar mata pelajaran sosiologi hari ini, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Meskipun, ada sejumlah guru mata pelajaran yang cukup kesulitan dan lebih sepenuhnya efektif dengan tatap muka. "Ada guru mata pelajaran yang kesulitan, seperti Matematika. Tapi mata pelajaran Fisika katanya nyaman saja karena sudah terbiasa menggunakan sistem demikian (daring)," katanya.
 
Ia menambahkan, hanya sekitar separuh dari 696 siswa SMAN 3 Yogyakarta yang masuk ke sekolah. Bahkan ia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 10 persen.
 
Selain itu, pihak sekolah juga menggabungkan kelas. Total, saat ini hanya terdapat tiga kelas dalam proses pembelajaran di sekolah.
 
"Kami belum tahu sampai kapan situasi ini. Semoga grafik angka penyebaran covid-19 segera menurun," jelasnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif