Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

Program Organisasi Penggerak

Tanoto Foundation Tegaskan Tak Terima Dana POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 29 Juli 2020 13:41
Jakarta: Yayasan Tanoto Foundation (TF) menegaskan tidak akan menerima dana hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Program Organisasi Penggerak (POP). TF mendaftar dalam POP dengan memasukkan pilihan pendanaan secara mandiri.
 
"Dengan pilihan tersebut, maka Tanoto Foundation tidak menerima bantuan dana dari pemerintah dalam menjalankan program," Direktur Komunikasi Tanoto Foundation, Haviez Gautama dalam keterangannya, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Haviez menyebut pihaknya sejak awal telah mengalokasikan dana hingga Rp50 miliar untuk mendukung POP yang dijalankan Kemendikbud. Hal ini guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu misi Tanoto Foundation bekerja sama dengan pemerintah melalui POP Kemendikbud adalah mendorong percepatan peringkat global pendidikan Indonesia," imbuh dia.
 
Ia menjelaskan, sejak 16 April 2020, TF juga tidak ada komunikasi dengan Kemendikbud secara langsung. Kecuali melalui media tanya jawab POP di laman Kemendikbud.
 
Setelah mendaftar dalam POP pun, pihaknya mengaku dihubungi secara blind review oleh evaluator. Di mana pewawancara tidak mengetahui asal organisasi.
 
"Semua dilakukan dengan prosedur yang ketat,” kata Haviez.
 
Baca:Ikut Arahan Nadiem, Sampoerna Foundation Pakai Dana Mandiri
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membuat kesepakatan dengan Putera Sampoerna dan Tanoto Foundation agar keduanya menggunakan skema pembiayaan mandiri dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Kesepakatan ini diambil setelah hasil seleksi POP Kemendikbu menuai protes dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan.
 
"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut. Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” kata Nadiem dalam keterangannya, Selasa, 28 Juli 2020.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif