Mendikbud Nadiem Makarim saat menyampaikan pengumuman virtual penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat, 7 Agustus 2020.
Mendikbud Nadiem Makarim saat menyampaikan pengumuman virtual penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat, 7 Agustus 2020.

Sekolah di Zona Kuning Boleh Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Gervin Nathaniel Purba • 07 Agustus 2020 22:25
Jakarta: Pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di zona kuning dan hijau. Penyesuaian kebijakan ini dilakukan setelah melalui sejumlah evaluasi dan berdiskusi dengan berbagai organisasi dan lembaga, serta para pakar.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan, penerapan pembelajaran tatap muka di dua zona tersebut hanya boleh dilaksanakan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK. Sementara untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ditunda hingga dua bulan setelah pembelajaran tatap muka di tingkat dasar dan menengah berlangsung.
 
"Penerapan protokol kesehatan untuk anak umur TK lebih sulit. Jadi kami monitor terlebih dahulu usai implementasi pada SD, SMP, dan SMA/SMK," ujar Nadiem, dalam pengumuman virtual Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat, 7 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara bertahap juga diberlakukan pada madrasah dan sekolah berasrama.
 
"Kami berhati-hati terhadap madrasah dan sekolah asrama. Akan ada masa transisi selama dua bulan. Baru setelahnya mengimplementasikan kebiasaan baru untuk madrasah dan sekolah asrama ini," ujarnya.
 
Sementara itu, untuk jenjang SMK dan perguruan tinggi (PT) boleh melakukan kegiatan praktik di lingkungan sekolah dan kampus. Untuk pembelajaran teori masih harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
"Hanya pembelajaran praktik produktif yang harus menggunakan mesin-mesin (yang boleh dilakukan secara tatap muka), tetapi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk penggunaan mesin atau laboratorium ini siswa diperkenankan ke sekolah guna menyelesaikan tugas praktik apalagi untuk kebutuhan kelulusan mereka," kata Nadiem.
 
Nadiem menegaskan, implementasi dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu dinas pendidikan, dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota bersama dengan kepala sekolah agar terus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat risiko di daerah.
 
"Karena hak memulai pembelajaran tatap muka ada di daerah, maka daerah pula yang harus memastikan implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka ini berjalan dengan baik dan efektif,” tutur Nadiem.
 
Namun, tambah Mendikbud, jika ditemukan indikasi tidak aman atau tingkat risiko penularan berubah, maka sekolah harus memberlalukan pembelajaran jarak jauh kembali.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi memberikan dukungan diselenggarakannya kegiatan belajar tatap muka. Asalkan semua kegiatan belajar dan mengajar menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
"Seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak antar murid," kata Oscar.
 
(ROS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif