Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Tangkapan Layar.
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Tangkapan Layar.

Nadiem: PAUD Holistik Integratif Dapat Turunkan Angka Stunting

Pendidikan stunting PAUD
Ilham Pratama Putra • 23 September 2020 10:33
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meyakini Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi kunci untuk mencegah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia. Angka stunting harus ditekan guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul.
 
"Pada jenjang PAUD kami berupaya mendorong terciptanya PAUD holistik integratif. Keberadaan PAUD holistik integratif diharapkan dapat menurunkan generasi stunting," kata Nadiem dalam acara komitmen konvergensi cegah stunting melalui peningkatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kanalYouTube Kemendikbud, Rabu, 23 September 2020.
 
Nadiem mengatakan masih tingginya tingkat prevelensi stunting di Indonesia menjadi keprihatinan bersama. PAUD, kata dia, bisa menjadi momentum tepat untuk membentuk SDM berkualitas tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PAUD merupakan kunci pembangunan SDM sepanjang hayat. Usia dini merupakan usia emas pada tumbuh kembang anak," jelasnya.
 
Baca:Nadiem Berkomitmen Tekan Angka Stunting Hingga 14%
 
Nadiem menyebut persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan dan gizi buruk. Namun, juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan komitmen seluruh pihak. Dengan menekan angka stunting mulai dari PAUD, diharapkan SDM Indonesia di masa depan semakin maju. PAUD sekaligus menjadi investasi bernilai tinggi.
 
"Investasi pada usia dini merupakan investasi yang bernilai paling tinggi. Tumbuh kembang anak-anak menentukan kehidupan mereka selanjutnya," tambah Nadiem.
 
Upaya lain yang tengah dilakukan Kemendikbud ialah peningkatan kompetensi guru PAUD. Tenaga pendidik PAUD harus sensitif gizi. "Selain itu harus mampu mendorong stimulasi, baik terkait pola makan, pola asuh maupun santitasi," terangnya.
 
Presiden Joko Widodo juga menargetkan angka stunting di Indonesia turun menjadi 14 persen pada 2024. Prevelensi balita stunting di Indonesia pada 2018 berada di angka 30 persen.
 
"Ikhtiar kita bersama untuk menciptakan manusia yang unggul penuh dengan tantangan. Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk mengambil peran. Terus terlibat, dan melibatkan lebih banyak lagi pihak," ucap dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif