Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas t dalam acara Convey Day 2021: Berbeda Tetap Bersama secara daring, Jumat, 5 Maret 2021. Tangkapan layar.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas t dalam acara Convey Day 2021: Berbeda Tetap Bersama secara daring, Jumat, 5 Maret 2021. Tangkapan layar.

Menag: Moderasi Beragama Diharapkan Jadi Perekat Kemajemukan

Pendidikan kementerian agama toleransi beragama
Ilham Pratama Putra • 05 Maret 2021 20:01
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil terus mengkampanyekan moderasi beragama untuk mencegah perpecahan antarumat beragama. Menurutnya, ketika moderasi beragama berjalan, maka perbedaan antarumat beragama tak akan menjadi sumber pertengkaran.
 
"Moderasi beragama, diharapkan menjadi lem perekat bagi ragam kemajemukan, ragam paham dan ragam pemikiran keagamaan di Tanah Air," kata Yaqut dalam acara Convey Day 2021: Berbeda Tetap Bersama secara daring, Jumat, 5 Maret 2021.
 
Menurutnya, moderasi beragama harus menjadi komitmen bersama segenap warga bangsa. Moderasi beragama bisa jadi kunci mengatasi perbedaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Moderasi) untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya mau saling mendengarkan satu sama lain dan saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka," jelasnya.
 
Baca: Nadiem: Intoleransi Pemantik Kasus Perundungan di Sekolah
 
Yaqut mengajak antarumat beragama untuk saling melihat persamaan ketimbang perbedaan. Hal ini agar rasa toleransi semakin hidup di tengah masyarakat.
 
"Saat ini kita membutuhkan paradigma keagamaan yang meniscayakan toleransi, interaksi dan kerjasama antar kelompok keyakinan. Dimana masyarakat Indonesia berada pada sebuah era bangsa majemuk, plural, warna-warni baik adat budaya maupun agama," terangnya.
 
Sikap toleran harus menjadi pijakan. Dalam membentuk kehidupan harmonis dan berkerukunan antar umat beragama. Sikap toleransi, kata dia, akan mampu mewujudkan kesatuan masyarakat, meski memiliki keyakinan yang berbeda. 
 
"Melalui sikap ini perbedaan keagamaan menjadi indah. Perbedaaan tidak boleh menjadi penghalang kita untuk hidup bersama. Semoga upaya ini menjadi efektif menciptakan perdamaain di masyarakat," ungkap dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif