Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri. Zoom
Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri. Zoom

PJJ Renggut Nyawa, Kemendikbud: Penyederhanaan Beban Tugas Tak Berjalan

Pendidikan bunuh diri Pembelajaran Daring Pendidikan Jarak Jauh
Ilham Pratama Putra • 19 Oktober 2020 11:30
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons kasus siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, yang bunuh diri diduga depresi akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring. Kemendikbud menduga situasi ini terjadi akibat kebijakan penyederhanaan beban tugas tak berjalan.
 
"Kita sudah bimbing guru untuk tidak bebani siswa dengan tugas berat, bisa memahami kondisi psikologis siswa. Implementasi kebijakan kita di lapangan memang sering tidak semulus yang kita bayangkan," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri kepada Medcom.id, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Jumeri menyebut sudah sering mengingatkan dinas pendidikan agar mengarahkan sekolah untuk tidak membebani siswa dengan tugas selama PJJ daring. Evaluasi dan koordinasi diklaim sudah pula sering dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah sering berkoordinasi dengan daerah untuk memastikan pelayanan berjalan baik," tambah Jumeri.
 
Baca: Siswi Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Kemendikbud Didesak Berbenah
 
Pihaknya menyesali adanya kejadian bunuh diri tersebut. Peristiwa ini disebut merupakan pelajaran untuk memahami perbedaan masalah anak didik di setiap daerah yang menjalankan PJJ.
 
"Sangat memprihatinkan dan menyayangkan hal ini terjadi. Ekses sebuah perubahan selalu ada, di masa normal sebenarnya kejadian sejenis juga ada. Indonesia negeri luas dengan banyak disparitas," ungkapnya.
 
Salah seorang siswi SMA di Gowa Sulawesi Selatan, berinisial MI, 16, bunuh diri dengan menggunakan racun. Diduga siswi tersebut melakukan bunuh diri, akibat depresi menghadapi PJJ daring
 
Ketua Umum Jaringan Sekolah Digital Indonesia, Ramli Rahim meminta Kepala Sekolah maupun guru konseling dapat memahami kondisi pelajar di tengah pandemi. Harus ada pertimbangan saat memberikan pembelajaran dan penugasan kepada peserta didik.
 
"Sehingga bisa menjadi standar bagi guru-guru di sekolah tersebut untuk memberikan penugasan kepada siswanya. Mempertimbangkan ketersediaan alat, internet di derah, dan kemampuan ekonomi siswa," ujar Ramli.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif