Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom

Dituding Ada Kartel Guru Besar di Kemendikbudristek, Ini Jawaban Dirjen Dikti

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar Universitas Indonesia Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 27 Januari 2022 14:43
Jakarta: Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek, Nizam menegaskan pihaknya tidak pernah menghambat proses pemberian guru besar. Bahkan ada satu kampus yang bisa mencetak 100 guru besar dalam satu tahun.
 
"Bahkan di perguruan tinggi kita, itu ada yang dalam 1 tahun bisa sampai 100 guru besar baru. Ini sama sekali tidak ada keinginan bagi kami untuk menghambat proses kenaikan guru besar," kata Nizam dalam sidang Mahkamah Konstitusi Sidang Perkara Nomor 20/PUU-XIX/2021, Dikutip Kamis, 27 Januari 2022.
 
Namun Nizam tak membeberkan kampus mana yang mengukuhkan ratusan gelar guru besar tersebut. Ia melanjutkan dengan memberi contoh lainnya di Universitas Indonesia (UI).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama dua tahun ini untuk UI saja itu ada sekitar 66 guru besar baru tahun 2020 dan 2021," terang Nizam.
 
Diketahui sidang berjalan terkait masalah pemohon yakni dosen Matematika FMIPA UI, Sri Mardiyati menjadi Guru Besar.  Kemendikbudristek menyatakan berkas baru diterima beberapa pekan menjelang Sri Mardiyati pensiun.
 
?Sri menggugat UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi dan menuding ada kartel gelar guru besar di Kemendikbudristek sehingga aturan tersebut dinilai menjegalnya dalam meraih gelar Guru Besar.
 
Menurut Nizam, selama para dosen memenuhi syarat, produktif dengan karya yang membanggakan, maka gelar bisa diberikan. Bahkan pihaknya juga telah banyak mendapat data, betapa banyaknya Guru Besar saat ini masih berusia muda.
 
"Saat ini saya banyak sekali guru besar yang masih muda-muda, yang selama mereka produktivitas Tridarmanya baik, itu juga tidak masalah. Bisa menjadi guru besar dan saat ini banyak yang usia di bawah 50 tahun, bahkan di bawah 40 tahun yang sudah menjadi guru besar," lanjut Nizam.
 
Baca juga:  Profesor Sri Nugroho Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UGM
 
Yang jelas, kata Nizam, permohonan guru besar agar dapat diajukan satu tahun sebelum pensiun. Artinya pada usia dosen 64 tahun, seluruh berkas sudah selesai dan ada pada pihak Kemendikbudristek.
 
"Kenapa satu tahun? Itu dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan masih akan berkesempatan untuk memperbaiki seandainya ada hal yang kurang. Biasanya untuk publikasi internasional di jurnal yang baik, itu paling kurang 6 bulan dan rata- rata sekitar 10 bulan ke atas. Karena batas bawah untuk penilaian angka kredit itu 55 hari, sehingga kalau ada kekurangan sedikit itu harapan kami bisa dipenuhi selama masa tenggang tersebut," jelasnya.
 
Jika sudah masuk batas usia pensiun, maka dari KemenPAN-RB akan menolak pengajuan dosen tersebut.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif