Ilustrasi wawancara kerja. Pexel
Ilustrasi wawancara kerja. Pexel

Konsultan Hingga PNS, Ini 10 Prospek Kerja Jurusan Teknologi Pangan

Pendidikan pns karier jurusan kuliah
Medcom • 04 Mei 2022 16:51
Jakarta: Isu kelangkaan bahan pangan dan kesadaran akan nilai gizi tak henti-henti mencuat ke ranah publik. Menjawab permasalahan itu, jurusan Teknologi Pangan kian digencarkan sebagai salah satu solusi.
 
Jurusan tersebut diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan terkait dunia pangan. Tak ayal, bidang ilmu yang dipelajari terbilang cukup kompleks.
 
Meski begitu, beratnya pembelajaran selama perkuliahan terasa sepadan dengan prospek kerja yang menjanjikan. Lulusan Teknologi Pangan berkesempatan meniti karier di bidang profesi yang beragam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lantas, profesi apa sajakah itu? Berikut ulasan 10 prospek kerja jurusan Teknologi Pangan yang dikutip dari Quipper:

1. Konsultan gizi dan pangan

Profesi ini umumnya memberikan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan kepada individu, kelompok, maupun organisasi yang membutuhkan informasi spesifik seputar masalah gizi dan pangan.

2. Pengembang produk pangan

Profesi yang juga disebut product developer ini bertugas menganalisis kebutuhan pasar dan potensi produk yang bisa dikembangkan guna menjawab kebutuhan tersebut. Setelah dianggap layak, barulah produk itu masuk ke tahap produksi dalam skala besar untuk dijual.

3. Peneliti bidang pangan

Tak cuma mengobservasi potensi sumber pangan, peneliti bidang pangan juga melakukan riset yang bersifat investigasi terhadap produk-produk pangan yang telah beredar di pasaran. Hal ini bertujuan guna menjamin keamanan dan kelayakan produk pangan.

4. Quality control

Profesi ini merupakan posisi kunci dalam menentukan kelayakan produk yang akan dipasarkan. Ranah pengawasan quality control meliputi proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, produksi, sampai dengan produk siap terdistribusi.

5. Pengusaha

Ilmu yang didapatkan selama perkuliahan juga bisa dipergunakan untuk membuka usaha bidang pangan. Tak mengapa jika bermodal kecil, sebab usaha bisa dirintis dengan bermitra bersama pabrik atau menjadi pengepul bahan baku dari petani.
 
Setelah memiliki modal yang lebih besar, cobalah membangun pabrik pengolahan sendiri. Lewat pabrik tersebut, Sobat Medcom bisa menjual produk dengan brand sendiri hingga ke pasar ekspor.

6. Quality assurance

Posisi ini hampir sama dengan quality control, namun ranahnya lebih berfokus pada pengecekan produk. Quality assurance harus memastikan apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau standar baku yang ditetapkan perusahaan. Hal ini bertujuan agar tidak ada produk cacat yang sampai ke tangan konsumen.

7. Food market researcher

Profesi ini utamanya bertugas mengumpulkan data dan menganalisisnya untuk digunakan sebagai indikator. Parameter tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen, keuntungan bisnis, serta memperkirakan potensi penjualan produk berdasarkan kondisi pasar.

8. Guru atau akademisi

Lulusan S1 Teknologi Pangan bisa mengajar di sekolah-sekolah yang mengajarkan bidang pangan, umumnya sekolah kejuruan atau kursus. Namun, tentunya harus mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan terlebih dahulu.
 
Sementara itu, bagi yang ingin menjadi dosen, maka harus menyelesaikan program magister teknologi pangan.

9. Panelis terlatih untuk pengujian sensori

Profesi ini bertugas menilai spesifikasi mutu produk pangan secara subjektif. Tak sembarang orang bisa menekuni pekerjaan ini, sebab dibutuhkan kepekaan tinggi serta pengetahuan yang cukup tentang spesifikasi produk yang diuji.

10. Pegawai negeri sipil (PNS)

Selain bekerja di perusahaan swasta, lulusan Teknologi Pangan juga berkesempatan meniti karier di lingkup pemerintahan. Beberapa instansi yang membutuhkan lulusan dari jurusan ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lain-lain.
 
Itulah 10 prospek kerja jurusan Teknologi Pangan, mulai dari konsultan hingga PNS. Mengingat prospek kariernya cukup luas dan menjanjikan, apakah Sobat Medcom tetarik berkuliah di jurusan ini? (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Kerja Masih Jadi Beban? Begini Cara Temukan Passion dalam Bekerja
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif