Danendra Imam Khadafie dalang wayang kulit. DOK UNY
Danendra Imam Khadafie dalang wayang kulit. DOK UNY

Intip Aksi Danendra, Dalang Termuda di FDC UNY

Renatha Swasty • 27 Mei 2022 11:47
Jakarta: Danendra Imam Khadafie nampak luwes memainkan wayang kulit. Suaranya menggema mantap ke seluruh ruang mengiringi solah (tempo permainan), elemen instrumen musik, dan cepengan (memegang/menggerakkan wayang) dengan mengesankan layaknya dalang profesional. 
 
Siapa sangka, Danendra merupakan siswa kelas 2 SDN Mojo 1 Ngawi. Dia mengikuti Festival Dalang Cilik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2022 yang dihelat 15-19 Mei 2022. 
 
Siswa kelahiran Jember, 12 April 2016 tersebut mengaku tertarik dengan dunia wayang sejak usia 4 tahun. Saat itu, dia melihat pentas wayang Ki Seno lewat YouTube

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya suka sabetannya Ki Seno, juga lakon yang dimainkan beliau,” kata Danendra dikutip dari laman uny.ac.id, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Putra satu-satunya pasangan David dan Aisyah yang berprofesi sebagai pedagang bakso di Jember tersebut mengaku baru dua kali mendalang. Pertama, saat tahun baru di Ngawi dan kedua saat ikut festival dalang cilik gelaran UNY. 
 
Danendra memainkan lakon favoritnya ‘Gatotkaca Jedhi’. Danendra merupakan salah satu peserta dalang cilik termuda pada festival ini.
 
Intip Aksi Danendra, Dalang Termuda di FDC UNY
Danendra Imam Khadafie. DOK UNY
 
Warga Desa Mojo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi itu berlatih di Sanggar Mastuti Budaya pimpinan Sukadi. Di saat teman-temannya memegang gadget, Danendra memilih wayang sebagai hal yang menyenangkan. 
 
Sukadi mengungkapkan Danendra berlatih setiap usai subuh serta pulang sekolah antara pukul 14.00 hingga 16.00. Sebab, setelah pukul 16.00 Danendra harus ikut TPA. 
 
“Bahkan, kadang pukul 20.00 hingga 21.00 juga berlatih,” beber dia. Metode pelatihannya menggunakan sistem hybrid, yaitu gabungan latihan daring dan luring. 
 
Untuk berlatih suluk, Danendra berlatih luring atau daring. Namun, untuk pelatihan cepengan harus didampingi luring. Beruntungnya, Danendra sudah menguasai dasar-dasar wayang.
 
Ketua Panitia Festival Dalang Cilik UNY, Sukisno, mengatakan dalang merupakan salah satu profesi yang terhitung sulit di dunia seni. Sebab, dalam waktu bersamaan seorang dalang harus bisa memecah dirinya menjadi beberapa kegiatan. 
 
Misalnya, kaki menjejak keprak, tangan bermain wayang, mulut menyuarakan antawacan dialog, lalu telinga mendengarkan iringan gamelan. 
 
“Itu sangat sulit dan kompleks, bila tidak bisa fokus maka dalang tidak bisa menampilkan permainan yang indah dan harmoni untuk ditonton,” tutur dia. 
 
Sukisno berharap dalang cilik ini bisa ngurubke dan ngirabke kebudayaan sendiri.
 
Baca: Kisah Sukamdi, Buruh Serabutan yang 2 Putrinya Raih Beasiswa di UNY
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif