Berkolaborasi dengan Arizona State University (ASU) melalui inisiatif "Powered by Arizona State University", kampus keempat UEU ini siap membawa kurikulum kelas dunia langsung ke tongkrongan anak Jaksel,
Dirancang sebagai pusat akademik perkotaan modern, kampus ini sangat cocok untuk Gen Z yang haus akan inovasi dan pengalaman global. Sistem pembelajarannya mengintegrasikan kurikulum internasional, koneksi industri, serta paparan teknologi masa depan.
Universitas Esa Unggul memiliki visi jangka panjang untuk turut membangun bangsa melalui peningkatan berkelanjutan pada pendidikan tinggi. "Melalui kolaborasi kami dengan Cintana Education dan Arizona State University, kami menjadikan pendidikan kelas dunia lebih mudah diakses di Indonesia," katanya
Peluncuran kampus baru di Jakarta Selatan dan UEU International College merupakan langkah penting dalam memperluas peluang pembelajaran global bagi mahasiswa Indonesia, termasuk jalur akademik yang mulus dan pengalaman internasional dengan Arizona State University," ungkap Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng.
Pendiri dan Ketua Cintana Education, Doug Becker, turut menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah jembatan strategis untuk karier mahasiswa di masa depan.
"Universitas Esa Unggul menunjukkan bagaimana institusi dapat menggabungkan kekuatan lokal dengan inovasi global untuk menciptakan dampak yang bermakna bagi mahasiswa. Melalui model 'Powered by ASU', mahasiswa mendapatkan akses ke pengalaman belajar kelas dunia, keterampilan yang relevan dengan industri, dan peluang internasional sambil tetap terhubung erat dengan prioritas pendidikan dan ekonomi Indonesia," ujar Becker.
Jalur "Ngebut" S2 dan Gelar Ganda Internasional
Daya tarik paling kuat dari UEU International College bagi calon mahasiswa adalah tawaran fast-track atau jalur percepatan untuk mendapatkan gelar prestisius dari ASU—kampus yang menduduki peringkat #1 dalam Inovasi oleh U.S. News & World Report selama 11 tahun berturut-turut.Terdapat dua jalur utama yang bisa dipilih:
Program Magister Terakselerasi (4+1): Kamu bisa menyelesaikan jenjang S1 di Indonesia, lalu melanjutkannya untuk mendapatkan gelar Magister (S2) di ASU hanya dengan tambahan waktu studi satu tahun. Jalur ini sudah dibuka untuk jurusan Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Teknik Industri.
Jalur Gelar Ganda (3+1): Mahasiswa bisa kuliah 3 tahun di UEU dan melanjutkannya 1 tahun di ASU (baik secara online maupun terbang langsung ke Amerika). Lulusan program ini akan menerima dua gelar sekaligus dari UEU dan ASU. Saat ini, jalur tersebut tersedia untuk program studi Teknologi Informasi (IT).
Wakil Presiden Inisiatif Akademik Global ASU, Julia Rosen, menyambut positif terbukanya jalur ini bagi talenta muda Indonesia.
"Ini adalah tonggak sejarah yang signifikan bagi UEU dan langkah maju yang menggembirakan bagi pendidikan tinggi Indonesia. Hal ini mewujudkan visi berani: memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi yang terhubung secara global dengan menciptakan jalur baru bagi mahasiswa Indonesia berprestasi untuk memulai studi mereka di dalam negeri dan melanjutkan ke jenjang akademik internasional dengan ASU. Model ini dirancang untuk membentuk lulusan yang kompetitif secara global, adaptif, dan siap menjadi pemimpin," sebut Rosen.
Fasilitas Kekinian: Dari AI hingga Smart Classroom
Lebih dari sekadar nama besar, GIH di Jakarta Selatan diatur layaknya ekosistem startup dan teknologi. Kampus ini difasilitasi dengan smart classroom (ruang kelas cerdas), laboratorium inovasi, dan ruang co-working untuk kolaborasi bareng industri.Bahkan, mahasiswa akan mendapatkan benefit sertifikasi langsung dari ASU di bidang krusial seperti Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), inovasi, dan sustainability tanpa biaya tambahan. Pengalaman belajar juga akan dipertajam lewat sesi virtual langsung bersama dosen dan pakar global dari ASU, memberikan wawasan dunia nyata yang sangat kompetitif bagi Gen Z di dunia kerja nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News