Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Bantu PJJ di Indonesia, Inggris Kirim Ratusan Ribu Perangkat Elektronik

Pendidikan Pembelajaran Daring Bantuan Pendidikan Pendidikan Jarak Jauh
Marcheilla Ariesta • 01 Desember 2020 14:09
Jakarta: Kedutaan Besar Inggris bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan serangkaian kegiatan mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam kegiatan ini dibahas berbagai masalah, kebijakan, dan tantangan dalam PJJ secara daring.
 
Dalam pernyataan Kedubes Inggris yang diterima Medcom.id, Selasa, 1 Desember 2020, berbagai topik yang dibahas antara lain konektivitas dan pembelajaran jarak jauh, pengembangan keterampilan digital atau literasi digital, dan kurikulum dengan keamanan daring. Kegiatan ini dilakukan pada 16, 23, dan 25 November 2020 lalu.
 
PJJ secara daring dilakukan sebagai langkah untuk tetap mendapat pendidikan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Dalam kegiatan ini, pemerintah Inggris dan Indonesia berdiskusi untuk memahami praktik terbaik dalam mengatasi hambatan yang dihadapi sekolah-sekolah selama pandemi covid-19 di Indonesia dan Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut masuk dalam meningkatkan infrastruktur digital, akses dan tenaga pendukung untuk dapat terus memberikan pendidikan berkualitas dari jarak jauh dengan menyediakan paket dukungan untuk peningkatan kemampuan.
 
"Kita harus mengupayakan yang terbaik untuk membatasi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan pandemi covid-19 terhadap pemuda di negara kita. Mereka adalah masa depan kita. Tugas masyarakat yang paling penting adalah mengedepankan mereka," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.
 
Baca: KPAI Minta Ada Uji Coba Sebelum Sekolah Tatap Muka
 
Ia menambahkan, siswa dan guru di seluruh dunia telah dipaksa untuk mengubah metode mereka secara dramatis. Penerapan e-learning untuk pengajaran pun dilakukan melalui platform digital.
 
"Kami perlu membuat e-learning ini berkualitas tinggi dan seinklusif mungkin. Ini tidak mudah, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dengan tantangan akses teknologi," imbuhnya.
 
Kementerian Pendidikan Inggris (DfE) mendukung siswa yang rentan untuk mengakses konten pembelajaran berkualitas dari rumah selama covid-19 dengan menyediakan laptop, tablet, dan konektivitas internet. DfE mengirimkan lebih dari 220 ribu laptop dan tablet, serta lebih dari 50 ribu router nirkabel dengan jaringan 4G selama musim panas.
 
Sekarang, kata Kedubes Inggris, mereka tengah menyediakan 340 ribu laptop dan tablet tambahan untuk sekolah yang mengalami gangguan pada proses pembelajaran tatap muka. DfE juga bekerja sama dengan industri untuk mendukung sekolah menggunakan salah satu dari dua platform digital, G Suite untuk Pendidikan atau Office 365 Education untuk mendukung penyampaian kurikulum, komunikasi, dan umpan balik selama praktik pendidikan jarak jauh.
 
"Melalui Digital Access Programme, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Inggris dengan bangga membagikan keahliannya di bidang teknologi pendidikan untuk membantu pelajar Indonesia yang tinggal di daerah terpencil dan anak-anak penyandang disabilitas untuk menikmati tingkat pendidikan terbaik saat ini," seru Dubes Jenkins.
 
Ia menambahkan dukungan Inggris ini adalah bagian dari kerjasama yang berkelanjutan dengan Kemendikbud dalam rangka mengembangkan kerangka kerja untuk keterampilan digital dan pembelajaran jarak jauh di Indonesia. Sekaligus, meningkatkan akses literasi digital serta layanan pendidikan di seluruh negeri.
 
"Hal ini sesuai dengan komitmen kami yang mendukung penuh ‘visi dan misi’ Presiden Jokowi dalam mengembangkan dan memberdayakan sumber daya manusia melalui inovasi dan teknologi. Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi untuk kepentingan generasi masa depan Inggris dan Indonesia," ungkapnya.
 
Proyek ini merupakan bagian dari program pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme di Indonesia dengan anggaran hingga 16,5 juta poundsterling (setara Rp311,8 miliar). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung akses digital yang inklusif, terjangkau, aman, dan terjamin bagi komunitas marginal untuk meningkatkan ekonomi berbasis teknologi digital yang membuka pekerja terampil dan berpeluang bagi pemerintah daerah.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif