Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Asesmen Nasional Bakal Ukur Tingkat Learning Loss

Pendidikan pandemi covid-19 Asesmen Nasional Pembelajaran jarak jauh Pembelajaran Tatap Muka
Ilham Pratama Putra • 22 Januari 2021 15:04
Jakarta:  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi covid-19 diduga menjadi penyebab terjadinya learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa. Namun keparahan learning loss yang terjadi belum bisa diukur, Meski PJJ telah memasuki bulan ke-11.
 
"Ini adalah suatu hal yang riil kita belum bisa mengukur berapa kuantitas learning loss-nya," terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam webinar Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jumat 22 Januari 2021.
 
Menurutnya, salah satu cara untuk mengukur learning loss tersebut adalah melalui Asesmen Nasional (AN). Asesmen yang terdiri dari asesmen kompetensi minimum dan survei karakter ini akan mampu mengukur kualitas pendidikan di satuan pendidikan, termasuk selama pandemi covid-19 berlangsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapannya dengan Asesmen Nasional yang terjadi di bulan September kita akan punya base line dan tahun depannya kita akan melihat apakah tren itu menurun atau meningkat," terang dia.
 
Sebelumnya, AN direncanakan bakal digelar pada Maret 2021. Namun Nadiem akhirnya memutuskan pelaksanaan AN harus ditunda hingga September 2021.
 
"Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan AN dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021," kata Nadiem saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Baca juga:  Antisipasi Learning Loss PJJ, Solusi Nadiem: Lakukan Tatap Muka
 
Untuk potensi learning loss sendiri, pihaknya telah melakukan survei singkat. Hasilnya terdapat 20 persen sekolah secara nasioal menyatakan sebagian siswa tidak memenuhi standar kompetensi.
 
"Ada 20 persen sekolah mengatakan sebagian siswa tidak memenuhi standar kompetensi. 20 persen inilah yang diduga mengalami learning loss yang paling besar hanya 20 persen," ujar Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI secara daring, Kamis, 21 Januari 2021.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif