Ilustrasi siswa belajar menggunakan laptop. Foto: MI
Ilustrasi siswa belajar menggunakan laptop. Foto: MI

Program Laptop Merah Putih Bakal Libatkan Siswa SMK dan Mahasiswa

Pendidikan Sekolah Pembelajaran Daring Anggaran Pendidikan Digitalisasi Sekolah Pembelajaran jarak jauh
Citra Larasati • 26 Juli 2021 09:17
Jakarta:  Pemerintah tengah merancang produk di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu salah satunya laptop Merah Putih yang akan diproduksi di dalam negeri. Laptop yang dibuat menggunakan sumber daya manusia dalam negeri dan melalui kerja sama antarperguruan tinggi ini sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada impor di bidang TIK. 
 
Pembuatan laptop merah putih yang memiliki sertifikat TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di tahun 2021 ini memiliki anggaran sekitar Rp3,7 triliun untuk pengadaan unit laptop sebanyak 431.730 unit.  
 
Dosen Elektronika ITB, Ari Indrayanto memaparkan Program Pengembangan Laptop Merah Putih Bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi yakn Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Sepuluh Nopember (ITS).  Kerja sama ini juga sekaligus bertujuan untuk catching up dan Transfer of Knowledge, menyatukan knowledge untuk belajar terlebih dahulu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sehingga pada tahun 2021 ini fokus pada pematangan perencanaan laptop merah putih, selanjutnya di tahun depan 2022 bisa fokus pada pelaksanaan produksi laptop merah putih dan lulus pengujian secara elektronis dan fisik. Sehingga dengan dilakukannya konsorsium ini diharapkan TKDN dapat bergerak meningkat ke hulu. 
 
“Kita harus membuat bidang kita relevan terhadap industri di Indonesia, dan para akademisi juga membantu agar industri dalam negeri naik kelas dan bisa berkompetisi dengan produk luar," terang Ari.
 
Baca juga: Swiss Dukung Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia
 
Menurut Ari, harus diakui tidak ada negara yang dapat menguasai semua komponen industri, sehingga harus berkolaborasi dengan negara yang maju di bidang IT atau kolaborasi internasional.  Sehingga kita bisa fokus pada upaya merakit dan medesain sampai tahun 2024, dengan harapan TKDN akan naik sekitar 40-50 persen.
 
"Kita harus berupaya dan bergerak secepatnya dalam meningkatkan strategi industri elektronik dalam negeri, terutama dalam peningkatan kualitas SDM dan kualitas infrastruktur di bidang industri dalam negeri," ucap Ari. 
 
Program ini juga akan melibatkan siswa SMK dan mahasiswa perguruan tinggi.  Siswa SMK fokus pada perakitan dengan line production yang sesuai arahan dari pihak industri manufakturnya. Sedangkan mahasiswa fokus pada memantau perakitan, mengevaluasi, memberi rekomendasi dan feedback ke pihak manufaktur. 
 
Dalam perencanaan perancangan laptop merah putih ini juga bekerja sama dengan Qualcomm, dengan tujuan memanfaatkan chip dari Qualcomm untuk membuat device, sehingga saling menguntungkan antarkedua belah pihak. 
 
Qualcomm merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi industri komunikasi dengan meluncurkan produk telekomunikasi yang lebih fokus pada bidang R and D.   Qualcomm juga mempunyai salah satu produk chipset, dalam kerja sama ini Qualcomm juga menawarkan Transfer of Knowledge dengan di adakannya course untuk para mahasiswa sehingga memiliki sertifikasi dari course tersebut.
 
"Harapannya dapat menyiapkan engineer-engineer baru dari perguruan tinggi Indonesia," ucap perwakilan dari Qualcomm, Nies Purwati.
 
Dalam program ini, Kementerian Perindustrian menyatakan sangat mendukung peluncuran laptop merah putih yang merupakan produk dalam negeri.  Sehingga dari sisi kemendikbudristek bisa menggandeng EMS (Electronic manufacturing services) lokal yang ada dan bisa berbagi peran antara Kemendikbudristek melalui perguruan tinggi dengan industri.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif