Ketua FRI sekaligus Rektor IPB University, Arif Satria.  Foto: IPB/Humas
Ketua FRI sekaligus Rektor IPB University, Arif Satria. Foto: IPB/Humas

FRI Minta Perguruan Tinggi Makin Diberdayakan Atasi Covid-19

Pendidikan Riset dan Penelitian covid-19 Perguruan Tinggi IPB Forum Rektor Indonesia
Citra Larasati • 26 Juli 2021 11:12
Jakarta:  Forum Rektor Indonesia (FRI) mengajak pemerintah semakin memberdayakan keterlibatan perguruan tinggi dalam mempercepat penanganan covid-19 di Tanah Air.  Mulai dari keterlibatan dalam peningkatan kemampuan testing, vaksinasi, hingga dukungan terhadap produk-produk inovasi perguruan tinggi.
 
Pandemi covid-19 telah mengakibatkan terjadinya krisis multidimensional yang memunculkan berbagai persoalan dan tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Baik lokal, nasional maupun global, juga di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, politik, dan keamanan.
 
"Kami mengapresiasi langkah-langkah konkret perguruan tinggi dalam membantu mengatasi pandemi covid-19 selama ini," kata Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Arif Satria, Senin, 26 juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, FRI terus mengajak perguruan tinggi agar terus berperan melalui sinergi dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Beberapa langkah yang masih perlu didorong antara lain membantu peningkatan kemampuan testing dengan percepatan waktu untuk mendapatkan hasil dengan target 500.000 tes PCR per hari.
 
"Oleh karena itu pemetaan kapasitas peralatan dan SDM yang tersedia di perguruan tinggi harus segera dilakukan dan koordinasi untuk memanfaatkan potensi besar dari kampus dalam membantu pemerintah dan Pemda perlu ditingkatkan," kata Arif.
 
Kemudian perguruan tinggi juga harus memaksimalkan semua potensi dokter dan tenaga Kesehatan di Fakultas Kedokteran, pendidikan tinggi di bidang Kesehatan, dan Rumah Sakit Universitas.  Tujuannya agar semua siap menjadi pendamping isolasi mandiri dari semua pasien yang sudah terkonfirmasi hasil PCR tesnya positif. 
 
Arif juga mendorong perguruan tinggi bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memanfaatkan fasilitas penginapan di perguruan tinggi, seperti asrama, rusunawa, tempat diklat agar siap menjadi tempat isolasi mandiri yang efisien dan efektif.  Menurut Arif, saat ini pemerintah dan berbagai RS ingin memperluas jaringan perawatan isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala sedang.
 
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga mengimbau perguruan tinggi agar meneruskan secara terstruktur dan berkesinambungan inovasi-inovasi yang sudah dilahirkan oleh berbagai perguruan tinggi.  Mulai dari menemukan dan mengembangkan produk-produk obat, reagen/kit, oxygen concentrator, peralatan dan sarana prasarana pendukung RS yang dihasilkan oleh bangsa sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi impor dan meningkatkan daya saing dari produk-produk Indonesia di pasar dunia.
 
Baca juga:  Plasmahub, Inovasi ITS Guna Permudah Proses Donor Plasma Konvalesen
 
Oleh karena itu, kata Arif, diperlukan kerja sama dalam pendanaan riset, dukungan perizinan, dan akses produk-produk inovasi ke dalam e-catalog untuk memudahkan pembelian. "Sekaranglah saatnya bagi pemerintah dan dunia usaha untuk bermitra secara serius dengan perguruan tinggi dalam menghasilkan produk-produk Indonesia incorporated tersebut. 
 
FRI juga berharap kampus dapat membantu percepatan vaksinasi dengan menjadikan kampus sebagai salah satu sentra vaksinasi.  Lalu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin dan penerapan protokol kesehatan.
 
Aktivitas KKN mahasiswa juga bisa diarahkan menjadi relawan yang membantu mengatasi pandemi covid-19.  "Tentu masih terbuka aktivitas yang dapat dilakukan PT sesuai dengan perkembangan yang ada. Semoga dengan diberdayakannya PT dapat membantu percepatan solusi atas pandemi covid-19," terangnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif