Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. Foto: Tangkapan layar.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid. Foto: Tangkapan layar.

Kemendikbudristek Bakal Kembangkan Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari

Pendidikan pesantren Kemendikbudristek
Ilham Pratama Putra • 26 Mei 2021 20:07
Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sepakat membangun semangat kebangsaan. Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan semangat kebangsaan dapat dimulai dari mengenal sejarah bangsa.
 
"Kesadaran sejarah sangat esensial untuk memperkuat semangat kebangsaan. Sejarah memberikan arah perjalanan kita sebagai bangsa karena mengingatkan kita ini datang dari mana, sekarang berada di mana, dan menuju ke mana," ujar Hilmar melalui keterangan tertulis, Rabu, 26 Mei 2021.
 
Hilmar mengatakan, Ponpes Tebuireng telah hidup melahirkan seorang tokoh bangsa yang sangat penting. Dalam setiap periode, ada tokoh dan peristiwa yang berperan penting dan menentukan jalannya sejarah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti KH Hasyim Asy’ari ketika membuat Resolusi Jihad di tahun 1945," ujarnya.
 
Baca: Kepulauan Seribu Kini Punya Madrasah Penghafal Alquran
 
Ponpes Tebuireng di Jombang didirikan KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1899. Ponpes tersebut berperan penting dalam pembentukan bangsa dan gerakan kemerdekaan.
 
Dengan peran historis itu, Ponpes Tebuireng menduduki posisi strategis dalam merawat dan memperkuat semangat kebangsaan. Kesimpulan itulah yang diambil Hilmar ketika diskusi dengan pengasuh Ponpes Tebuireng, Abdul Hakim Mahfudz.
 
Bagi keduanya, pendidikan sejarah menjadi fokus utama. Koreksi terhadap Kamus Sejarah Indonesia yang sempat mencuat dalam pemberitaan memang penting tapi yang lebih penting lagi adalah langkah-langkah konkret untuk menanamkan kesadaran sejarah di kalangan muda.
 
Penerbitan buku dan bahan pelajaran harus diiringi dengan berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan kalangan muda. Pertemuan tersebut juga menyepakati pengembangan Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari (MINHA).
 
Baca: LIPI Dorong Pendidikan Vokasi Berbasis Kebudayaan dan Kemasyarakatan
 
Ditjen Kebudayaan bekerjasama dengan Pemkab Jombang akan membantu pengelolaan museum ke depan. Dengan memperkuat alur kisah dan tata pamer, melatih tenaga permuseuman dari lingkungan Ponpes Tebuireng dan masyarakat setempat, serta memperkuat kelembagaannya.
 
"Perlu ada pelatihan bagi mereka agar bisa menyampaikan narasi sejarah Islam di Indonesia dengan benar," ujarnya. 
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif