Perhatikan Perguruan Tinggi Swasta
Suasana acara wisuda Akademi Bina Sarana Informatika (BSI). Foto:MI/Panca Syurkani
Jakarta:Perguruan tinggi swasta (PTS) yang jumlahnya mencapai 4.000 lebih berkontribusi penting dalam memajukan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus memberi perhatian lebih serius pada PTS.

"Pemerintah jangan hanya memperhatikan perguruan tinggi negeri. Karena mereka telah banyak mendapat fasilitas pemerintah," kata Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar pada Seminar Nasional Kesiapan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa Menghadapi Era Digital dan Revolusi Teknologi 4.0 di Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Kalimalang, Jakarta.


Menurut dia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mestinya mendukung PTS yang inovatif dan produktif. "Seperti BSI ini pantas mendapat perhatian karena telah memberi kontribusi dengan ribuan mahasiswa yang dimiliki serta kampus di berbagai wilayah," kata Muhaimin.

Direktur BSI, Naba Aji Notoseputro mengatakan pihaknya tengah memproses 24 kampus BSI agar terhimpun dalam satu manajemen universitas.

Sebelumnya, Menristekdikti, Mohamad Nasir mengakui, dalam sejarah Indonesia, perguruan tinggi swasta tidak pernah mendapatkan perhatian dengan serius. "Saya ingin hilangkan dikotomi negeri dan swasta karena yang kita ajukan adalah kualitas," pungkas Nasir.

Ia menegaskan, tanpa membedakan negeri swasta, faktanya hanya perguruan tinggi yang berkualitaslah yang mampu bersaing.  "Untuk itu, jangan berpikir masalah negeri dan swasta tapi mutu yang hadapkan menjadi penting dan tidak ada lagi dikotomi negeri dan swasta. Ini yang penting sekali saya tegaskan," ucapnya.



 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id