Komisi X : Kemendikbud Kecolongan Ada SMK Terapkan Semimiliter
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kecolongan dalam kasus kekerasan yang terjadi di SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau. Sekolah yang menerapkan semimiliter tersebut adalah hal yang melenceng dari kurikulum pengajaran.

"Menurut saya perlu ada pengawasan sampai dibongkar. Harus ada tim (Kemendikbud) yang mengecek," kata Hetifah kepada wartawan, Kamis 13 September 2018.


Sekolah tidak punya kewenangan untuk merancang kurikulum di luar dari yang ditetapkan pemerintah. Pembelajaran bagi siswa pun dilindungi dalam Undang-undang.

"Kita punya UU perlindungan anak termasuk UU sistem pendidikan nasional yang jadi rujukan," terang Hetifah.

Kepribadian siswa tidak boleh dibentuk dengan kekerasan. Sehingga menimbulkan ketakutan yang menghambat proses pendidikan berkarakter.

"Membuat anak khawatir, takut tidak akan menciptakan anak-anak di era milenial mampu mengemukakan pendapat," ujar Hetifah.

Baca: KPAI Temukan Sel Tahanan di Lingkungan Sekolah

Kekerasan sendiri tidak hanya dalam bentuk fisik, namun juga kekerasan dalam berucap. Dengan membentak siswa serta menimbulkan cemoohan bagi siswa lain, merupakan bentuk kekerasan yang bersifat psikis.

"Misal guru melempar spidol ke anak, itu membuat mereka tertekan," jelasnya.

Kecolongan ini harusnya membuat pemerintah waspada. Agar tak terulang lagi kekerasan kepada siswa. 

Tidak hanya tingkat SMA/SMK saja yang diawasi, namun juga mulai PAUD hingga SMA. "Pertama tadi banyak mengindikasikan sekolah mengajarkan pelajaran bersifat ekstrim, ada unsur kebencian, intoleran harus kita awasi," tuturnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan adanya hukuman berupa kurungan di dalam sel tahanan sekolah, di sebuah SMK di Batam, Kepulauan Riau.   Pihak sekolah berdalih, hukuman tahanan ini merupakan upaya sekolah dalam mendisiplinkan siswa yang melanggar aturan.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id