Ilustrasi PTM Terbatas. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ilustrasi PTM Terbatas. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Omicron Melonjak, 5 Organisasi Medis Minta Pemerintah Evaluasi PTM

Pendidikan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka PTM Terbatas
Ilham Pratama Putra • 24 Januari 2022 11:26
Jakarta: Jumlah kasus covid-19 varian Omicron di Indonesia terus merangkak naik. Per 23 Januari 2022 kasus Omicron sudah mencapai 1.369 atau bertambah 208 dibanding hari sebelumnya yang mencapai 1.161 kasus.
 
Hal ini membuat Lima Organisasi Profesi (5 OP) Medis meminta Pemerintah melakukan evaluasi terhadap proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Terutama, bagi kelompok usia kurang dari 11 tahun.
 
"Hal ini berdasarkan sejumlah pertimbangan di antaranya kepatuhan anak-anak usia 11 tahun kebawah terhadap protokol kesehatan masih belum 100 persen, juga belum tersedianya atau belum lengkapnya vaksinasi anak-anak usia kurang dari 11 tahun," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto dalam keterangannya, Senin 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, laporan dari beberapa negara, proporsi anak yang dirawat akibat infeksi covid-19 varian Omicron lebih banyak dibandingkan varian-varian sebelumnya. Terlebih saat ini dilaporkan pula terjadi transmisi lokal varian Omicron di Indonesia.
 
Sementara itu, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI) Isman Firdaus, anak-anak sangat potensial mengalami komplikasi berat. Yaitu multisystem inflammatory syndrome in children associated with Covid-19 (MIS-C) dan komplikasi long Covid-19 lainnya.
 
Baca: Survei LLDikti: 64% PTS di Jakarta Belum Siap PTM Awal 2022
 
Berdasarkan hal tersebut 5 OP Medis mengajukan usul anak-anak dan keluarga tetap diperbolehkan untuk memilih PTM atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan kondisi dan profil risiko masing-masing keluarga. Anak-anak yang memiliki komorbid dihimbau untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter yang menangani.
 
Anak-anak yang sudah melengkapi imunisasi covid-19 dan cakap dalam melaksanakan protokol kesehatan dapat mengikuti PTM. Mekanisme kontrol dan buka tutup sekolah seyogyanya dilakukan secara transparan untuk memberikan keamanan publik.
 
"Kami juga menghimbau orangtua agar melengkapi vaksinasi regular melalui imunisasi kejar bagi anak-anaknya agar tetap terlindungi dari kemungkinan penyakit lain yang mungkin timbul," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso.
 
Adapun lima organisasi profesi medis ini diantaranya Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI),  Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (PERDATIN), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
 
Permintaan evaluasi ini telah diserahkan pekan lalu kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Dalam Negeri.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif