Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: YouTube
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: YouTube

Kasus Omicron Naik, Nadiem: SKB 4 Menteri Sudah Perhitungkan Skenario Terburuk

Pendidikan Nadiem Makarim Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas Omicron
Citra Larasati • 18 Januari 2022 15:12
Bandung:  Kasus covid-19 varian omicron yang mengalami peningkatan akhir-akhir ini telah menambah kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).  Terlebih lagi saat ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah giat menggenjot pelaksanaan PTM 100 persen.
 
Sejumlah daerah dengan level PPKM 1 dan 2 telah mengizinkan PTM 100 persen sesuai arahan SKB 4 Menteri terbaru. Menanggapi hal itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaam, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengatakan, bahwa SKB 4 Menteri secara detail telah mengatur pelaksanaan PTM.
 
Tidak semua daerah menyelenggarakan PTM 100 persen sebab semua disesuaikan dengan level PPKM dan cakupan vaksinasi. "Makanya SKB 4 Menteri ini sudah mengatur semua skenario, mau skenario paling buruk sampai paling baik. Jadi ini adalah SKB yang permanen," kata Nadiem saat berkunjung ke Universitas Padjajaran, Bandung, Senin, 17 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nadiem, situasi pandemi saat ini memang harus diwaspadai masyarakat. Semua orang khawatir, tetapi tidak serta merta membatalkan SKB tersebut.
 
Justru, ketidakpastian pandemi membuat SKB direvisi dan diatur secara detail. Bagaimana pun juga, pendidikan harus egera pulih, mengingat dampak buruk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang bisa berujung pada loss learning.
 
"Jadi kita semuanya tentu waspada dan khawatir mengenai omicron. Peraturan SKB 4 Menteri yang sudah diadakan itu sudah mengakomodasi semua situasinya. Artinya itu di SKB hanya level 1 dan 2 yang 100 persen melakukan PTM," jelasnya.
 
Baca juga:  Kasus Omicron Naik, Pembelajaran Daring Harus Diperkuat
 
Jika omicron menimbulkan kasus yang sangat pesat, kata Nadiem, tentunya semua daerah-daerah akan mulai pindah ke PPKM level 3 dan 4 yaitu PTM terbatas atau sama sekali tidak boleh melaksanakan PTM.
 
Untuk itu, pelaksanaan PTM akan terus berjalan sesuai situasi di daerah-daerah saat ini. Baik PTM 100 persen maupun PTM terbatas masih menjadi pilihan utama dalam upaya memulihkan sektor pendidikan. "Banyak orang mengira SKB 4 Menteri ini timing-nya tidak pas dengan adanya omicron. Padahal ini sudah mengakomodasi situasi covid, angka penularan tertinggi maupun kita sudah masuk rendah, jadi semua situasi sudah ada normalisasinya," tandasnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif