Ketua Panitia Pelaksana Lustrum ke-XII Steve Ginting. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Ketua Panitia Pelaksana Lustrum ke-XII Steve Ginting. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Lustrum ke-XII

Atma Jaya Gelar Sarasehan Bersama Tujuh Mantan Rektor

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Maret 2020 19:05
Jakarta: Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya menggelar Sarasehan bersama sejumlah rektor terdahulu. Sarasehan ini merupakan bagian dari Lustrum ke-XII peringatan ulang tahun Atma Jaya ke-60.
 
Ketua Panitia Pelaksana Lustrum ke-XII, Steve Ginting mengatakan, Sarasehan yang mengusung tema 'Dari Atma Jaya untuk Indonesia, Transformasi Manusia Unggul dan Peduli' bersama tujuh rektor terdahulu ini untuk meneguhkan kembali perjuangan Atma Jaya di era disrupsi sekarang ini. Arahan rektor terdahulu akan menjadi modal Unika Atma Jaya satu dasawarsa ke depan.
 
"10,5 tahun lalu belum terasa datang gelombang perubahan dan tantangan signifikan, pengalaman serta arahan rektor terdahulu, modal berharga bagi Unika dalam dasawarsa mendatang," kata Steve saat membuka Sarasehan di Gedung Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Dua Fakultas di Atma Jaya Bakal Kena Wajib Magang
 
Sementara itu Ketua Yayasan Atma Jaya, Claudia Wiwiek Dianawati Santoso mengatakan, Atma Jaya saat ini harus bisa menjawab tantangan zaman. Sebab perubahan berlangsung semakin cepat dan masif.
 
"Disrupsi menggempur setiap sisi kehidupan kita, perubahan semakin cepat dan semakin masif, terutama perkembangan teknologi yang tidak kita bayangkan sebelumnya," jelasnya.
 
Hal tersebut, lanjutnya, juga berpengaruh terhadap perguruan tinggi. Karakteristik mahasiswa pun ikut berubah, begitu juga dengan industri dan masyarakat. Ini menjadi tantangan perguruan tinggi, termasuk Unika Atma Jaya untuk menjawabnya.
 
"Mampukah menjawab tantangan dengan cepat akurat, mampukah bersikap terbuka terhadap perubahan, antisipastif banyak hal, apa metode masih valid, apakah prodi, kurikulum menjawab kebutuhan bangsa ini, apakah kita punya mimpi besar berkontribusi terhadap bangsa dan negara,"ungkapnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif