Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom/Citra Larasati
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom/Citra Larasati

PGRI Usulkan Adanya Kurikulum Sekolah Era Pandemi

Pendidikan Virus Korona Kurikulum Pendidikan
Antara • 06 Juni 2020 15:53
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengusulkan adanya kurikulum sekolah era pandemi (KSEP). Hal ini guna mewujudkan proses pembelajaran daring berkualitas.
 
"PGRI mengusulkan agar pemerintah merancang 'Kurikulum Sekolah Era Pandemi (KSEP)' yang praktis dan aplikatif dengan target pembelajaran yang rasional," kata Unifah dalam halalbihalal virtual di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020.
 
Menurut Unifah, kurikulum saat ini terlalu padat konten, sehingga sulit mendorong anak untuk belajar secara mandiri di rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta memberi keleluasaan kepada sekolah menyusun pembelajaran yang mungkin dicapai oleh siswa
.
"Selanjutnya perlu adanya 'remodelling system' belajar yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang memungkinkan anak termotivasi untuk terus belajar, menjadi pembelajar mandiri, bertumpu pada proses, guru sebagai manajer pembelajaran," kata Unifah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, model pembelajaran yang bisa dilakukan yakni instruksi tematik, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasiskan masalah, dan pembelajaran eksperimental.
 
Selanjutnya, PGRI mengusulkan agar pemerintah menyusun berbagai standar minimal pendidikan era pandemi lebih praktis dan terukur, berbeda dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berlaku sekarang. Standar-standar tersebut meliputi capaian kompetensi literasi dan numerasi siswa, sumber belajar, beban, dan proses pembelajaran di rumah.
 
Standar berikutnya, manajemen pembelajaran yang dilakukan guru, tenaga kependidikan dan orangtua. Kemudian, akses jaringan internet dan perangkat digital. Standar keempat aplikasi online-offline pembelajaran digital yang dapat digunakan siswa dalam belajar sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
 
Baca:Kemendikbud Rancang Penyederhanaan Kurikulum Khusus Pandemi
 
Standar lainnya yakni pendanaan pembelajaran, sumber dan alokasinya. Kemudian, monitoring proses pembelajaran. Lalu, jadwal, pelaksana, dan mekanismenya, standar terakhir yakni evaluasi dan asesmen pembelajaran.
 
PGRI juga meminta pemerintah menyusun dan mensosialisasikan pedoman umum pembelajaran termasuk jenis kegiatan belajar, jadwal, bentuk, motivasi, bimbingan dan fasilitasi siswa untuk belajar, dan hubungan sekolah-rumah. Ini agar sekolah dan orang tua dapat mendorong siswa untuk tetap belajar sesuai dengan KSEP dan standar-standar yang sudah ditetapkan.
 
"Pemerintah perlu menyusun dan mensosialisasikan pedoman pengelolaan pendidikan untuk memfasilitasi proses pembelajaran optimal, termasuk sumber dan pendayagunaan pembiayaan, pendanaan, sarana belajar digital dan non-digital, serta pembagian tugas antara sekolah, orangtua, dan masyarakat, sesuai dengan standar-standar yang relevan," terang Unifah.
 
Pemerintah juga diminta menyusun dan mengembangkan pedoman praktis asesmen kompetensi minimum siswa, yang meliputi mekanisme, jadwal, pengawasan, penilaian, serta alat ukur asesmen yang digunakan.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif