NEWSTICKER
Ilustrasi. Media Indonesia
Ilustrasi. Media Indonesia

Kemendikbud: Kita Semua Harus Jadi 'Guru BK'

Pendidikan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Februari 2020 14:42
Jakarta: Dalam mengatasi perundungan di lingkungan pendidikan, plt. Kabag Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ade Erlangga Masdiana menyebut harus ada peran dari seluruh pihak. Tak hanya guru Bimbingan Konseling (BK), namun semua elemen harus mampu mengawasi dan mengantisipasi perundungan di sekolah.
 
"Tidak hanya guru BK, dan jangan hanya mengandalkan kepala sekolah. Tapi juga orang tua membantu, dan masyarakat setempat juga bisa membantu proses pembelajaran atau proses pendidikan," kata Ade kepada Medcom.id di Hotel IBIS Tamarin, Jakarta, Sabtu 15 Februari 2020.
 
Selain itu, guna menekan angka perundungan, pihaknya akan menyosialisasikan cara penanganan siswa dengan cara yang lebih edukatif. Untuk itu dia menghimbau kepada pengelola pendidikan di tingkat provinsi agar memberi pelatihan kepada guru hingga kepala sekolah di seluruh Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya ini harus bersama dengan Pemda. Karena yang tau persis di setiap daerah tentang kondisi sekolah, yang tahu hanya dinas setempat," jelas Ade.
 
Menurut Ade, pengawasan tak melulu harus didahului laporan. Harus ada inisiatif bagaimana mencegah kejadian perundungan agar tak terus berulang.
 
"Jadi kita harus bangun sistem sosial pendidikan yang ada di setiap sekolah itu betul tata nilainya, harus kondusif," tambah dia.
 
Pada akhirnya, guru yang telah mendapat pelatihan menjadi penggerak anti perundungan. Hingga menjadi agen perubahan sekolah ke arah yang lebih baik lagi.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif