Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi

Kampus Merdeka

Kemendikbud: Selama 'Mahasiswa Mengajar' SKS Tak Hilang

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 20 Februari 2020 09:09
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan akan membuat program "Mahasiswa Mengajar". Program tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa program studi (prodi) pendidikan untuk mendapatkan pengalaman mengajar, utamanya di daerah Terluar, Terdalam dan Terpencil (3T).
 
Program tersebut rencananya bakal berlangsung selama enam bulan hingga setahun. Sebagai bentuk pengabdian masyarkat, mahasiswa yang mengajar di desa dijamin tidak akan kehilangan Satuan Kredit Semester (SKS).
 
"Selama di desa, mahasiswa tidak kehilangan SKS. Jadi misalnya katakanlah dia ilmu sosial, dia enam bulan di desa mengembangkan pembangunan sosial masyarakat desa (sesuai dengan keilmuan yang di ambil)," kata plt. Dirjen Dikti, Nizam kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nizam menjelaskan, praktik mahasiswa selama enam bulan di lapangan sama halnya dengan menyelesaikan kuliah di dalam kelas. Nanti, di desa pun mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing.
 
"Jadi kompetensi tetap tercapai, tapi dia mendapatkan plus-plus, karena dia menerapkan dan mendapatkan umpan balik dari penerapan pengetahuan tadi," lanjut Nizam.
 
Dia menjelaskan, enam bulan mahasiswa di desa bisa setara dengan 20 SKS. "Itu tidak berarti kompetensi mahasiswa dikurangi, atau dikompromikan. Tapi justru diperkuat," tegasnya.
 
Selanjutnya, mahasiswa diminta membuat laporan temuannya di desa setiap bulan untuk direkap. Dimana laporan tersebut menjadi nilai ujian mahasiswa.
 
Sebelumnya, Kemendikbud berencana membuat program 'Mahasiswa Mengajar'. Program tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar, utamanya didaerah Terluar, Terdalam dan Terpencil (3T).
 
"Akan ada (program) Mahasiswa Mengajar ke daerah-daerah 3T," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Paristiyanti Nurwadani, di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
 
Paristiyanti menyebut, program ini diperuntukkan bagi mahasiswa sarjana pendidikan. Nantinya selain sebagai pengalaman mengajar, juga membantu mengisi daerah yang kekurangan guru.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif