Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla saat menerima Anugerah Doktor HC dari ITB.  Foto: ITB/Humas
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla saat menerima Anugerah Doktor HC dari ITB. Foto: ITB/Humas

ITB Anugerahkan Doktor Kehormatan untuk Jusuf Kalla

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 13 Januari 2020 19:02
Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada M. Jusuf Kalla di Kampus ITB, Senin, 13 Januari 2020. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia itu dianugerahi Doktor HC atas inovasinya dalam bidang Produktivitas sistem, baikberupa perusahaan maupun institusi sektor publik dan pemerintahan.
 
Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc menyampaikan, ITB memiliki kebijakan pemberian gelar Doktor Kehormatan dengan tujuan mendorong masyarakat dan bangsa Indonesia untuk berprestasi dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
 
Disampaikan Prof. Abdul Hakim, Gelar Doktor Kehormatan ini diberikan kepada seseorang yang memiiki karya nyata yang mengandung nilai inovatif. Selain itu juga pemikiran dan gagasan atau penelitian dan pengembangan konsep-konsep yang orisinal dan mendasar, serta terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, perkembangan di bidang-bidang tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Berdasarkan karya-karya inovatif, rekam jejak, dan kearifan serta ketentuan penerima gelar Doktor Kehormatan yang tercantum dalam SK Senat Akademik ITB nomor 43/ SK/K01-SA/2003, Tim Promotor berkesimpulan, dengan penuh keyakinan, bahwa M. Jusuf Kalla sangat layak untuk mendapat gelar Doktor Kehormatan dari ITB dalam bidang Produktivitas,” jelasnya dalam laporan pertanggungjawaban Tim Promotor ITB,dikutip dari laman ITB, Senin, 13 Januari 2020.
 
Adapun tim promotor pada pemberian Gelar Kehormatan kepada M. Jusuf Kalla adalah Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc (FTI – ITB) , Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng (FTI – ITB), Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (FTI – ITB), Prof. Ir. Bermawi P. Iskandar, M.Sc, Ph.D (FTI – ITB), Prof, Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D. (FTI – ITB), dan Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, SE, MA (FEB – Universitas Indonesia).
 
Pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada JK merupakan yang ke-14 kalinya oleh ITB. Pada kesempatan tersebut JK juga menyampaikan orasi ilmiah terkait “Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa.”
 
“Pada kesempatan ini saya ingin berpesan kepada sivitas akademika ITB agar jangan pernah berhenti melakukan dan menebar inovasi. Anda semua adalah generasi terbaik bangsa. Anda adalah lokomotif kemajuan di mana bangsa ini berharap peran besar ITB sebagai inisiator dan motor peningkatan produktivitas,” pesan Jusuf Kalla dalam pidato sambutannya.
 
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. mengatakan, bagi ITB penganugerahan Doktor Kehormatan ini memiliki arti tersendiri. Terutama karena berkesempatan memberikannya kepada putera terbaik bangsa yang telah mendedikasikan kehidupannya bagi kemajuan dan kesejahteran bangsa.
 
Dalam sambutannya Kadarsah mengemukakan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 – 2040. Yaitu Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif (berusia 15 – 64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
 
Berkaitan dengan bonus demografi tersebut, kata Kadarsah, kita perlu mempersiapkan segalanya agar usia produktif dari sebagian besar bangsa ini bukan hanya merupakan potensi saja tetapi benar-benar merupakan bangsa yang memiliki produktivitas tinggi. “Saya berharap agar penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Dr. (HC) M. Jusuf Kalla ini menjadi awal dari gerakan nasional produktivitas dalam rangka menyongsong bonus demografi,” ujarnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif