(Kiri-kanan) Menristekdikti, Mohamad Nasir, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten.  Foto:  Kemenristekdikti/Humas.
(Kiri-kanan) Menristekdikti, Mohamad Nasir, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten. Foto: Kemenristekdikti/Humas.

Luhut: Sinergi Pengembangan Kendaraan Listrik Jangan Berhenti di MoU

Pendidikan mobil listrik motor listrik
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Oktober 2019 12:35
Jakarta:PT. PLN (Persero) menandatanganiMemorandum of Understanding (Mou) Kerja sama dengan 20 Perusahaan dari berbagai lini. Penandatanganan ini untuk mendukung percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle)untuk transportasi jalan dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, perkembangan teknologi yang sangat cepat harus diikuti langkah yang cepat, tepat dan strategis. "Saya harap, kalau bersinergi seperti ini, pasti bisa. Saya senang PLN mampu memobilisasi begini. Kita tidak boleh berhenti di MoU saja, segala macam aturan kita ikuti,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimististis Indonesia siap dalam percepatan program kendaraan bermotor listrik nasional. Hal ini sesuai dengan Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu kata Nasir perlu diciptakan ekosistem yang mendukung integrasi yang sangat masif dari kementerian/lembaga negara maupun BUMN terkait."Dalam hal ini PLN telah berpartisipasi dalam hal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atauCharging Station," kata Nasir.
 
Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro ini mengungkapkan, selain penelitian, sinergi antar kementerian dan lembaga serta Dunia industri (Dudi) penting bagi kemajuan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Nasir berharap ini bisa menjadi motor pendorong percepatan pengembangan dan penerapan kendaraan listrik di Indonesia.
 
Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten, mengungkapkan apresiasi atas sambutan yang baik dari seluruh mitra perusahaan yang terlibat dalam kerja sama tahap awal ini. Ia menambahkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak diharapkan bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik di segala lini.
 
Inten mengatakan nota kesepahaman ini sangat penting untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia. Apalagi PLN mendapatkan penugasan dari Pemerintah dalam rangka penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai.
 
"Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program Pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif