Rektor ITB, Kadarsah Suryadi, ITB/Humas.
Rektor ITB, Kadarsah Suryadi, ITB/Humas.

Lapangan Kerja di 2025 Didominasi Jenis Profesi Baru

Pendidikan lapangan pekerjaan
Intan Yunelia • 23 Mei 2019 15:31
Jakarta: Peralihan era tranformasi digital revolusi 4.0 akan menghapus jenis-jenis pekerjaan yang digerakkan tenaga manusia. Namun, di era ini juga akan memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru, khususnya pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
 
“Prediksi di tahun 2025 yang disampaikan pada pertemuan rektor seluruh Asia di Praha, bahwa akan ada 60 persen lapangan pekerjaan baru yang tidak atau belum pernah ada sebelumnya,” kata Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.
 
Menurut Kadarsah, tantangan era digital di masa depan semakin kompleks. Generasi milenial harus mempersiapkan diri sedari dini agar tidak gagap dengan perubahan zaman yang semakin cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terutama yang berhubungan dengan kepemimpinan. Mulai dari mengatur karyawan, dalam mengambil keputusan, berkomunikasi dengan bawahan serta memberikan instruksi. “Saya harapkan masa depan menjadi lebih baik untuk kepemimpinan kalian. Karena semakin ke sana semakin ke depan tantangan semakin besar,” ujar Kadarsah.
 
Baca:ITB 200 Besar Perguruan Tinggi Terbaik se-Asia Pasifik
 
Tak hanya masalah kepemimpinan, ada tantangan lain yang akan dihadapi milenial dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Pertama demokratisasi akses pengetahuan terhadap data dan informasi yang tidak terbatas dalam ruang dan waktu.
 
“Sehingga akses informasi dapat lebih mudah dan cepat seperti jumlah masyarakat yang membaca berita melalui koran atau melihat berita melalui televisi lebih sedikit karena masyarakat lebih sering mengakses informasi melalui media daring,” terang ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini.
 
Belum lagi para milenial ini akan berhadapan dengan sumber data (open sources) yang beraneka ragam. Seperti open course dan online shop yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Serta semakin meningkatnya mobilitas. Baik mobilitas data, informasi dan mobilitas barang dan manusia.
 
Terakhir, Kadarsah menuturkan, tantangan dengan adanya integrasi model baru cara bertraksaksi yang lebih murah. “Seperti berkurangnya jumlah angkutan barang melalui bantuan digital online sehingga pelayanan kepada konsumen semakin cepat dan murah serta dapat menghemat biaya,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif