Presiden RI ke-3 BJ Habibie.  Foto: Kemenristekdikti/ Dok. Humas.
Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Foto: Kemenristekdikti/ Dok. Humas.

Kesan Mantan Staf, Sosok Habibie Panutan Dunia Akhirat

Pendidikan bj habibie
Intan Yunelia • 11 September 2019 20:12
Jakarta:Berpulangnya Presiden ke 3 Bacharuddin Jusuf Habibie meninggalkan duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Tak terkecualiDirektur jenderal penguatan inovasi kemenristek Dikti, Jumain Appe yang sangat dekat dengan Habibie saat menjadi staf saat Habibie menjadi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
Sosok Habibie meninggalkan kesan mendalam di hati mantan anak buahnya di Kemenristek dan BPPT era Presiden Soeharto. Ilmuwan kelahiran Pare-pare Sulawesi Selatan ini dikenal sangat peduli terhadap bawahannya, terutama dalam hal meningkatkan kapasitas dan kemampuan serta pendidikan.
 
"Pak Habibie sangat memperhatikan staf, selalu memberikan arahan dan pandangannya tentang pembangunan nasional yang berbasis iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan imtaq (iman dan taqwa)," kata Jumain Appe kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu 11 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Habibie memimpin Menristek, lalu BPPT pada tahun 1978. Djumain sendiri masuk di BPPT tahun 1986, sosok bapak dirgantara itulah yang mendorongnya untuk kuliah di luar negeri pada 1990-1992 sebelum menjadi staf BPPT dengan pangkat eselon III di 1997.
 
"Beliau telah membentuk saya menjadi insan teknologi. Saya sangat terkesan dengan semua yang belia lakukan. Konsep-konsep beliau tentang transformasi teknologi dan industri dan itulah inovasi, sehingga menjadi pembelajaran buat saya selama menjadi staf dan pejabat hingga saat ini," jelas Jumain.
 
Habibie menekankan ilmu duniawi yang diimbangi dengan kekuatan spiritual. Almarhum mengenalkan konsep iptek dengan imtaq yang harus selalu ditanamkan dalam diri sebagai insan terpelajar. Suami dari almarhumah Asri Ainun Besari ini merupakan sosok pemimpin yang selalu berkinerja tinggi namun tetap rendah hati.
 
Salah satu momen yang tidak pernah dilupakannya, saat mendampingi Habibie menghadap Presiden RI ke-2 Soeharto. Ia diminta mempersiapkan presentasi mengenai hasil kinerja BPPT selama 20 tahun kepada Soeharto.
 
"Waktu tanggal 24 Januari 1995, dan karena saya yang menyusun laporan beliau meminta saya presentasi di depan Pak Harto, dan saya tidak pernah menyangka itu terjadi. Karena saya anak kampung namun bisa mendapatkan kesempatan itu," jelasnya.
 
Ia merasakan kehilangan sosok bapak teknologi bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia. Sosok negarawan sejati yang akan selalu dikenang jasa-jasanya kepada bangsa dan negara.
 
"Pak Habibie Bapak dan Eyang Teknologi, Pak Habibie adalah Negarawan Sejati, Pak Habibie Panutan Dunia dan Akhirat. Selamat jalan Eyang Habibie, kami akan selalu mengenangmu karena engkaulah yang menjadikan kami sebagai manusia Indonesia unggul dan akan terus tercipta insan Indonesia Habibie selanjutnya berkat perjuangan dan kerja keras Eyang yang tanpa pamrih untuk bangsa, negara dan agama," tutupnya.
 
BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun. Pria kelahiran Parepare ini meninggal pukul 18.05 WIB, Rabu, 11 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif