Pertemuan antara tim Ditjen Pendis Kemenag dan Biritsh Council. Foto: Kemenag/Humas
Pertemuan antara tim Ditjen Pendis Kemenag dan Biritsh Council. Foto: Kemenag/Humas

Kemenag Siapkan Modul Belajar Bahasa Inggris Khusus Madrasah

Pendidikan Madrasah
Intan Yunelia • 16 Januari 2020 19:32
Jakarta: Rencana Kemenag untuk memperkuat penguasaan bahasa asing bagi siswa madrasah mulai berjalan. Untuk penguatan Bahasa Inggris, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan British Council.
 
“Rencana besar ini kami eksekusi, salah satunya bekerja sama dengan British Council untuk program prioritas Bahasa Inggris,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag, A. Umar usai menerima perwakilan dari British Council di Kantor Kementerian Agama, di Jakarta, dikutip dari siaran pers, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Pertemuan antara tim Ditjen Pendis dan Biritsh Council juga menyepakati metode pembelajaran yang akan diterapkan. Yakni, kombinasi antara pendekatan lokal dan tradisional, termasuk juga pendekatan digital atau teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Umar ingin menerbitkan modul pembelajaran Bahasa Inggris khusus untuk siswa madrasah. "Di modul itulah akan dimasukkan konten lokal, konten-konten berbasis Islam, nasional, nilai-nilai moderasi beragama, dan nilai-nilai toleransi," jelasnya.
 
Menurutnya, pertemuan dengan British Council melahirkan kesepakatan yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah. Pertama, riset pemetaan kondisi pembelajaran bahasa Inggris yang selama ini berjalan.
 
Pemetaan diperlukan diketahui pokok persoalannya dan dapat diambil kebijakan serta afirmasi yang selaras dan tepat sasaran. “Ini akan jadi landasan Kemenag untuk menata kurikulum misalnya atau bisa juga meningkatkan mutu gurunya, atau sebagainya,” jelas Umar.
 
British Council juga siap memfasilitasi program “Theater Competition” atau kompetisi drama berbasis Bahasa Inggris. Program ini sudah diterapkan di beberapa negara dan berhasil.
 
“Dari situ diyakini akan banyak skill yang digali, ada speaking, writing saat menulis naskah, reading. Poinnya adalah exciting, lomba tapi anak-anak senang,” sambungnya.
 
Hal ketiga yang akan dilakukan adalah fasilitasi online resources dari British Council untuk guru dan siswa. “Kualitas dan metodologi yang guru ajarkan akan kami fokuskan dengan training dan teknologi. Sehingga bisa menggunakan teknik yang benar. Speaking, reading, writing and how to improve, digital teknologi sangat penting,” jelas Director Education, English and Society British Council Colm Downes.
 
Umar berharap agar kerja sama ini menjadi solusi penguatan kompetensi Bahasa Inggris sebagai bekal siswa madrasah dalam bersaing di kancah global. Tidak hanya bahasa Inggris, penguatan bahasa asing lainnya adalah Bahasa Arab, Mandarin, dan lainnya.
 
Selain mahir dalam komunikasi, kemampuan berbahasa asing itu juga diharapkan menjadi bekal lulusan madrasah saat akan kuliah di luar negeri.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif