Prof. Wang Xiang (CQU) menerima piagam penghargaan dari Kuncoro Foe Rektor UKWMS disaksikan oleh Prof. Yang Li (CQU), UKWMS/Humas.
Prof. Wang Xiang (CQU) menerima piagam penghargaan dari Kuncoro Foe Rektor UKWMS disaksikan oleh Prof. Yang Li (CQU), UKWMS/Humas.

Inspirasi Pemanfaatan Teknik Biomedika dari China

Pendidikan beasiswa osc
Intan Yunelia • 19 Desember 2018 12:33
Surabaya: Sejak bekerja sama di 2013, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) telah mengirimkan 18 orang alumninya sebagai penerima beasiswa studi lanjut di University of Chongqing(CQU), China. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya merupakan lulusan dari Fakultas Farmasi UKWMS, dan sembilanlainnya memutuskan studi lanjut di jurusan Teknik Biomedika, yang merupakan salah satu program studi paling berpengaruh di dalam dunia medis masa kini.
 
Rektor UKWMS, Kuncoro Foe menuturkan adanya rencana untuk membentuk pusat riset interdisipliner di UKWMS. Adanya kerja sama dengan pelopor penelitian teknik biomedika seperti CQU akan menjadi pendukung yang luar biasa bagi rencana tersebut.
 
“Dukungan baik dari pemerintah Cina maupun Indonesia dalam berbagai bentuk hibah penelitian, membuka lebar kesempatan bagi para peneliti di Indonesia untuk melaksanakan kerja sama penelitian maupun melanjutkan studi di bidang-bidang seperti teknik biomedika di masa depan,” kata Kuncoro di Surabaya, Rabu, 18 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pakar Teknik Biomedika Bidang Khusus Sel Darah Merah Buatan, Wang Xiang menyebutkan, rekayasa Biomedika kini menjadi salah satu terobosan paling penting dalam dunia penelitian. Perawatan medis kini sudah berubah, tidak hanya dalam bidang kedokteran namun dalam hal dunia kesehatan secara menyeluruh.
 
Baca: UKWMS Modernisasi Perpustakaan Lewat Teknologi
 
Banyak temuan-temuan yang berkaitan dengan biomedika yang sudah terbukti kualitas dan manfaatnya. Semisal, ujar Wang, sel darah merah buatan akan sangat bermanfaat ketika terjadi gempa hebat dan tsunami yang rawan timbul kesulitan untuk ketersediaan dan distribusi darah segar untuk kebutuhan tranfusi.
 
Saat ini, CQU telah melakukan riset pembuatan sel darah merah artifisial yang sudah diujicobakan pada hewan-hewan, dan ditemukan hasil yang positif jika sel darah merah tersebut sanggup untuk digunakan sebagai substitusi sel darah merah.
 
“Sel darah merah buatan ini dibentuk dari polimer tertentu yang di dalamnya terdapat struktur alami protein dan lemak,”papar Wang.
 
Namun, penelitian sel darah merah ini masih perlu dikaji ulang dalam penelitian lanjutan, tentunya bekerja sama dengan peneliti bidang kesehatan.
 
“Penelitian tentang sel darah merah rupanya masih sangat jauh dari tahapan pengujian klinis pada manusia,” tandas Wang.
 
Setidaknya saat ini ada tiga negara yang sedang memperjuangkan agar pengujian bisa sampai pada tingkat klinis manusia yakni China, Amerika Serikat dan Jepang.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi