Tim Audiensi Review OSC 2018 bersama sejumlah pemenang Beasiswa OSC yang diterima kuliah di Untag, Medcom.id/Amaluddin.
Tim Audiensi Review OSC 2018 bersama sejumlah pemenang Beasiswa OSC yang diterima kuliah di Untag, Medcom.id/Amaluddin.

Mengerjakan Tes Online OSC di Warung Sambil Melayani Pembeli

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Amaluddin • 23 April 2019 20:29
Surabaya: Ada banyak kisah perjuangan para peserta program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id yang menginspirasi.Mulai dari kendala ekonomi hingga sulitnya mencari biaya transportasi untuk ikut tes offline di Jakarta, setelah dinyatakan lolos tes online.
 
Salah satunya adalah kisah Hesti Rohmah Wulandari, 20 tahun, warga asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, yang sempat menunda melanjutkan ke perguruan tinggi selama setahun akibat kesulitan ekonomi keluarganya. Berbeda dengan sebagian besar teman-temannya yang langsung melanjutkan kuliah selepas lulus SMA/SMK.
 
"Saya setahun di rumah, bantu-bantu ayah jualan bakso," kata Hesti, kepada Medcom.id, di sela-sela Audiensi Review OSC 2018, di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hesti menceritakan, dirinya terpaksa tidak melanjutkan kuliah lantaran terkendala biaya. Menurutnya, jangankan biaya kuliah, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya saja tidaklah cukup.
 
Baca:Beasiswa OSC Jadi Batu Loncatan Menuju Sukses
 
Setelah lulus SMA di 2015, Hesti fokus membantu ayahnya berjualan bakso di tepi jalan selama setahun. "Ayah nyuruh saya kuliah, tapi saya enggak mau karena saya tahu keadaan keluarga seperti apa. Jadi saya harus bantu ayah jualan, karena Ibu sudah meninggal," ujar Hesti.
 
Setahun berlalu, semangat Hesti untuk melanjutkan kuliah tak pudar. Ia terus berusaha dan berupaya mencari informasi peluang beasiswa. Hingga suatu saat Ayahanda Hesti melihat informasi OSC Medcom.id yang disiarkan di stasiun Metro TV.
 
"Suatu saat, ayah mendapat informasi ada beasiswa setelah lihat berita di Metro TV. Kemudian ayah menyuruh saya untuk mencobanya," kata Hesti.
 
Hesti mengaku sempat merasa kesulitan, mengingat minimnya waktu yang dimiliki untuk mengikuti tes online beasiswa yang sudah dimulai sejak 2015 tersebut. Mengingat, aktivitas berjualan bakso untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga juga cukup menyita waktunya.
 
"Saya hanya belajar cuma dua jam, ngerjain tesnya di warung sambil melayani pembeli, sementara saya hanya punya waktu satu jam untuk ngerjain tes online, karena kesibukan di warung. Tapi Alhamdulillah saya lolos, dan diterima di Untag Surabaya pada 2017," kata mahasiswi jurusan Fisip Untag itu.
 
Meski telah kuliah, Hesti mengaku terus berjuang untuk merampungkan masa studi S1-nya. Ia berharap dengan ijazah S1 tersebut dapat menjadi modal Hesti membahagiakan orang tuanya.
 
Hingga kini, di sela-sela waktu kuliahnya ia tetap membagi waktu untuk membantu keluarganya di rumah. "Setelah kuliah, saya agak kesulitan mengatur waktu antara kuliah dan membantu jualan ayah di rumah. Sementara saya juga aktif di kampus sebagai Duta Untag, aktif di beberapa organisasi kampus dan lainnya. Tapi saya akan terus berjuang agar sukses," kata mahasiswi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,65 itu.
 
Senada juga dialami Nurul Isniati, 19, warga asal Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang mengaku sempat tidak punya niat kuliah lantaran tidak punya biaya. Namun, Nurul terus berusaha mencari informasi peluang beasiswa kuliah.
 
"Saya dapat info melalui internet dan akhirnya menemukan program OSC Medcom.id, akhirnya saya coba dan Alhamdulillah lolos tes online," kata Nurul.
 
Setelah dinyatakan lolos tes online, Nurul kembali bingung karena terkendala biaya, ketika hendak mengikuti tes tulis berikutnya di Jakarta. "Alhamdulillah, Tuhan memberikan jalan melalui kakak saya yang mau membantu membiayai dan menemani saya ke Jakarta. Alhamdulillah saya lolos dan diterima di Untag Surabaya," tutup mahasiswi jurusan Akuntansi dengan IPK 3,88 ini.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif