Para juara UKDW Climate Change Debate Competition 2018, dokumentasi UKDW.
Para juara UKDW Climate Change Debate Competition 2018, dokumentasi UKDW.

Kembangkan Daya Kritis Siswa Lewat Perubahan Iklim

Pendidikan beasiswa osc
Intan Yunelia • 14 November 2018 14:14
Jakarta: Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam DIY, The Nature Concervancy menyelenggarakan Climate Change Debate Competition 2018. Penyelenggaraan kompetisi debat bertujuan meningkatkan pemahaman, daya kritis dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Wakil Dekan III Fakultas Bioteknologi UKDW, Djoko Rahardjo mengatakan, isu perubahan iklim beberapa tahun belakangan menjadi isu paling menarik perhatian dunia.  Salah satunya karena eskalasi dampak telah terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Di satu sisi, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi fokus perhatian dalam mengembangkan strategi adaptasi perubahan iklim tersebut. Ke depan dibutuhkan SDM yang tidak hanya profesional (knowledge, hard skill, soft skill), namun juga memiliki kepekaan dan kepedulian lingkungan yang tinggi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Mempertimbangkan hal tersebut, upaya sosialisasi perubahan iklim serta sebagai bentuk
pembinaan pada generasi muda khususnya siswa SMA, maka acara ini digelar," terang Djoko dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 14 November 2018. Menurut Djoko, pemahaman siswa dan penguasaan bahasa Inggris secara baik dan benar juga harus ditingkatkan, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun international.  Di sisi lain, acara ini diharapkan meningkatkan apresiasi dan minat siswa untuk mendalami ilmu bioteknologi.

Climate Change Debate Competition diselenggarakan pada 10 dan 11 November 2018. Kompetisi ini diikuti oleh 20 tim debat yang berasal dari sekolah-sekolah di lingkup DIY dan Jateng,  seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Seminari Magelang, SMAN 8, SMAN 1 Wates, SMA Stella Duce, SMA Kolose De Britto dan lainnya.

Baca: Bioteknologi UKDW Gelar Seminar Nasional Perubahan Iklim

Kompetisi berlangsung sangat ketat.  Dari babak penyisihan, berhasil lolos ke delapan besar yaitu tim debat dari SMAN 8, SMA Taruna Nusantara, SMAN 1 Bantul, SMAN 1 Kasihan, SMA Seminari dan SMA De Britto. Kompetisi makin sengit hingga babak final yang mempertemukan tim debat SMAN 8 yang terbagi dalam kelompok A dan kelompok B.

"Akhirnya tim debat SMAN 8 kelompok B berhasil menjadi champion dalam Climate Change Debate Competition," ujar Djoko.

Kemudian diikuti tim debat SMAN 8 kelompok A serta SMA Taruna Nusantara Rajawali. "Dalam
kompetisi ini, Isabella Kusumawardani siswi dari SMAN 8 Yogyakarta terpilih sebagai Best
Speaker
," imbuhnya.

Penyelenggaraan Climate Change Debate Competition mendapatkan respons positif dari
sekolah, guru pendamping maupun peserta.  Seluruh partisipan berharap kompetisi ini menjadi agenda regular tahunan, untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan dan daya kritis siswa.

Menurut Hasnata Shiva Nabila, peserta dari SMAN 1 Pajangan menuturkan, kompetisi ini sangat menarik dan menjadikan siswa kian peduli terhadap lingkungan dan isu perubahan iklim. Hal yang sama juga disampaikan Anargia Aristwidya, siswi SMA Stella Duce Yogyakarta.

"Isu perubahan iklim dan bioteknologi menjadi tema menarik, sehingga peserta sangat antusias belajar, berdiskusi.  Melalui kompetisi ini siswa terbuka wawasannya tentang isu-isu terbaru tentang perubahan iklim dan bioteknologi," papar Anargia.

Melalui Climate Change Debate Competition diharapkan siswa dapat memahami, menguasai, melakukan analisis dan membuat judgement serta meyakinkan kepada publik terkait isu perubahan iklim dan strategi mitigasinya.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi