Daging. DOK Freepik
Daging. DOK Freepik

Anti Alot! Ini Trik Rahasia Bikin Daging Kurban Empuk

Renatha Swasty • 28 Mei 2026 14:23
Ringkasnya gini..
  • Reisi menyarankan penggunaan bahan pengempuk alami sebelum proses memasak agar daging kurban tidak alot.
  • Dua bahan yang paling populer adalah daun pepaya dan nanas.
  • Selain penggunaan bahan alami, teknik memasak juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan daging yang empuk.
Jakarta: Sobat Medcom pernah menghadapi masalah memasak daging kurban Iduladha tetapi terasa alot? Tenang, sebab ada tips yang bisa kamu lakukan agar daging kurban lebih empuk, lezat, dan tetap bergizi.
 
Hal ini diungkap dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani. Dia menuturkan proses pengolahan sangat memengaruhi kandungan gizi pada daging, terutama protein. 
 
Ia menjelaskan memasak dengan suhu tinggi memang dapat menurunkan kadar protein, tetapi justru membuat protein lebih mudah dicerna tubuh.

“Protein pada daging matang memang berkurang, tetapi menjadi lebih bermanfaat karena telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah,” jelas Reisi dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
 
Selain protein, daging juga kaya akan zat besi (Fe) yang penting bagi tubuh. Berbeda dengan protein, kandungan zat besi cenderung lebih stabil meskipun terkena panas saat proses memasak.
 
“Meskipun ada sedikit pengurangan, kandungan zat besi pada daging umumnya tidak banyak berubah,” ujar dia.
 
Nah, Reisi menyarankan penggunaan bahan pengempuk alami sebelum proses memasak agar daging kurban tidak alot. Selain mudah ditemukan, cara ini juga dinilai lebih praktis dan aman digunakan sehari-hari.
 
Dua bahan yang paling populer adalah daun pepaya dan nanas. Reisi menuturkan daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah jaringan protein pada daging sehingga teksturnya menjadi lebih empuk.
  “Caranya cukup sederhana. Daun pepaya setengah tua dihancurkan, lalu dibalurkan ke permukaan daging dan didiamkan beberapa saat sebelum dimasak,” papar dia.
 
Nanas juga bisa menjadi alternatif alami untuk mengempukkan daging. Buah ini mengandung enzim bromelin yang bekerja hampir serupa dengan papain.
 
“Nanas bisa diparut lalu dioleskan pada daging sebelum dimasak. Selain membantu mengempukkan, nanas juga memberi aroma segar pada masakan,” ujar dia.
 
Reisi juga menyebut beberapa bahan lain yang dapat digunakan, seperti kiwi, jahe, hingga daun pandan wangi yang kerap digunakan dalam resep tertentu. Selain penggunaan bahan alami, teknik memasak juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan daging yang empuk.
 
Dia menjelaskan setiap bagian daging membutuhkan perlakuan berbeda. Untuk potongan berserat kasar dan cenderung alot, seperti paha atau betis, metode slow cooking sangat dianjurkan.
 
“Bagian daging yang alot sebaiknya dimasak dengan suhu sedang dalam waktu lebih lama, misalnya direbus perlahan. Bisa juga menggunakan panci presto agar lebih cepat tetapi tetap empuk,” jelas dia.
 
Sebaliknya, bagian daging yang memang sudah empuk, seperti tenderloin atau has dalam, tidak perlu dimasak terlalu lama. “Kalau terlalu lama dimasak, teksturnya malah berubah jadi lebih keras dan kering,” kata dia.
 
Reisi juga menyarankan agar daging dipotong sesuai jenis masakan yang akan dibuat. Untuk sate misalnya, daging sebaiknya dipotong kecil dan agak tipis agar cepat matang sekaligus membantu menjaga kandungan gizinya.
 
Dia menekankan daging kurban menjadi lebih empuk dan nikmat disantap dengan teknik pengolahan yang tepat. Selain itu, juga tetap memberikan manfaat gizi yang optimal bagi tubuh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA