Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Medcom.id
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Medcom.id

Pendaftaran Kampus Mengajar di Papua dan 3T Diperpanjang

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kampus Merdeka Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 23 Februari 2021 16:30
Jakarta:  Pendaftaran program Kampus Mengajar yang digagas program Kampus Mengajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah ditutup Minggu, 21 Februari 2021.  Meski begitu, khusus Provinsi Papua, Maluku, dan daerah 3T, pendaftaran masih diperpanjang hingga Jumat, 26 Februari 2021.
 
Dengan demikian, mahasiswa yang berlokasi di Papua, Maluku, dan daerah 3T (tertinggal, terluar, terpencil) masih memiliki kesempatan untuk mendaftar Kampus Mengajar.
 
Syaratnya ialah mahasiswa terdata di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), IPK 3.0, minimal semester lima, bukan bagian dari program Kampus Perintis, serta memiliki pengalaman mengajar dan berorganisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mahasiswa selain mendapatkan uang bulanan, juga otomatis terhitung 12 SKS (Satuan Kredit Semester) dengan jangka waktu program selama tiga bulan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Jumlah mahasiswa pendaftar hingga penutupan membludak, bahkan melampaui target kuota yang disiapkan.  Paris mengatakan, terdapat 25.539 mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut.  Selanjutnya, Kemendikbud akan melakukan proses penyaringan untuk memilih 15.000 mahasiswa yang akan mengikuti program Kampus Mengajar.
 
Baca juga:  Alokasi Dana Riset Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi 2021 Rp54,8 Miliar
 
Sebanyak 15.000 mahasiswa ini nantinya akan bertugas membimbing 22 ribu Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia.  Sekolah yang akan menjadi sasaran tempat mengajar adalah SD yang masih terakreditasi C maupun belum terakreditasi.
 
"Karena itu, program Kampus Mengajar ini selain bertujuan membantu guru SD, juga agar mahasiswa ini menjadi inspirasi bagi adik-adik SD," kata Paris.
 
Karena rencananya, pada April nanti guru dan tenaga kependidikan PAUD dan sekolah menengah sudah masuk ke dalam prioritas penerima vaksin covid-19.  "Sehingga Juni mendatang diharapkan sebagian besar sudah divaksin," jelas Paris.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif