Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Renggut Tiga Nyawa, Kemendikbud Didesak Kaji Ulang Model PJJ

Pendidikan Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh
Ilham Pratama Putra • 30 Oktober 2020 12:03
Jakarta: Selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), setidaknya sudah ada tiga pelajar menjadi 'korban' pembelajaran jarak jauh (PJJ). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menegaskan model PJJ harus ditinjau ulang.
 
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memantau dan mengevaluasi PJJ secara langsung di sekolah. Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kemenag juga harus bisa turut memantau.
 
"Kalau tidak ada kasus bunuh diri siswa, bukan berarti sekolah atau daerah lain PJJ nya baik-baik saja. Bisa jadi kasus yang mecuat ke publik merupakan gunung es dari pelaksanaan PJJ yang bermasalah dan kurang mempertimbangkan kondisi psikologis anak, tidak didasarkan pada kepentingan terbaik bagi anak," ujar Retno dalam keterangannya, Jumat, 30 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, KPAI juga akan bersurat kepada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental saat PJJ. Hal ini tak lepas karena PJJ secara daring berpotensi membuat anak kelelahan, ketakutan, cemas, dan stres menghadapi penugasan yang berat selama PJJ.
 
Retno berharap peran guru Bimbingan Konseling (BK) dapat diberdayakan lebih baik lagi. Guru BK dipercaya dapat mencegah rasa depresi siswa.
 
"Agar masalah gangguan psikologis siswa dapat diatasi segera untuk mencegah peserta didik depresi hingga bunuh diri," lanjutnya.
 
Baca:Lagi, Pelajar SMP Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring
 
Wali kelas dan guru sudah seharusnya pula bisa memahami kondisi siswa yang selama berbulan-bulan menghadapi PJJ. Kalau perlu, guru juga diberikan pelatihan agar memiliki kemampuan untuk membaca kondisi siswanya.
 
"Guru dibantu dan dilatih untuk mampu memetakan dan mendeteksi siswa yang dapat mengikuti PJJ daring dan yang tidak, untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti PJJ, maka pihak sekolah harus berkoordinasi dengan orangtuanya dan bersinergi membantu kesulitan anaknya," ungkapnya.
 
KPAI mengungkap seorang pelajar SMP di Tarakan, Kalimantan Utara, bunuh diri diduga depresi belajar daring. Ini merupakan kasus ketiga siswa meninggal diduga akibat PJJ yang ditemukan KPAI.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif