Gedung Rektorat Unpad. Foto: Dok. Unpad
Gedung Rektorat Unpad. Foto: Dok. Unpad

Unpad Fokus Jadi Hybrid University Mulai Tahun Ini

Pendidikan Pendidikan Tinggi Unpad pandemi covid-19 Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 09 April 2021 13:20
Jakarta:  Universitas Padjadjaran (Unpad) mencanangkan diri menuju hybrid university mulai tahun 2021.  Kondisi pandemi covid-19 yang terjadi setahun terakhir menjadi salah satu daya dorong yang cukup kuat bagi Unpad untuk mempercepat transformasi tersebut.
 
Rektor Unpad, Rina Indiastuti menjelaskan, dalam setahun terakhir ada transformasi cepat dari sistem pembelajaran Unpad. Dari semula pembelajaran tatap muka secara penuh kemudian beralih secara darurat menjadi sistem daring akibat adanya pandemi, kemudian masuk ke era pembelajaran hibrida (hybrid learning).
 
“Intinya kita akan shifting, dari pembelajaran full tatap muka, kemudian di tiga bulan pertama pandemi darurat online, ke hybrid sungguh-sungguh. Harus sungguh-sungguh karena output dan outcome-nya tidak main-main,” ujar Rektor saat menggelar silaturahmi dan sinergi dengan unsur Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, dan pejabat pengelola secara virtual, Jumat, 9 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikatakan hibrida, sistem pembelajaran tetap akan mengombinasikan metode tatap muka dengan daring. Rina meyakini, pembelajaran tatap muka tetap diperlukan karena menghasilkan pengalaman pembelajaran yang tidak tergantikan.
 
Aktivitas diskusi, praktikum, pembahasan kasus dan proyek tidak bisa dihilangkan lewat virtual.  Sementara akses pengetahuan, teori, dan materi pembelajaran bisa dilakukan melalui metode daring.
 
Ia mengungkapkan, melalui hybrid university, sistem kelas juga bisa dikembangkan ke arah flipped classroom. Dalam satu kelas, mahasiswa yang hadir mengikuti perkuliahan tatap muka berjumlah separuh dari total mahasiswa. Sisanya bisa mengikuti perkuliahan melalui daring.
 
Metode ini mungkin dilakukan ketika pemerintah mulai membuka kembali pembelajaran tatap muka secara terbatas.  Untuk itu, kata Rina, dukungan berbagai sektor diperlukan untuk mewujudkannya.
 
Mulai dari pembaruan kurikulum hingga penyempurnaan teknologi pendidikan untuk mendukung pembelajaran asinkronus dan sinkronus.  “Kalau ini berjalan dengan baik, pandemi covid-19 mudah-mudahan semakin melemah, maka pada 2022 kita masuk pada era transformasi digital,” ujar Rina.
 
Baca juga:  Wajib Swab Antigen, Berikut Informasi Lengkap Pusat UTBK UNJ
 
Pada era transformasi digital, lanjut Rina, penerapan hybrid learning semakin kuat. Karakter mahasiswa dipoles dengan berbagai kompetensi masa depan melalui Higher Order Thinking Skills (HOTS). Selain itu, penerapan kurikulum berbasis luaran (outcome) serta pengembangan dan kemitraan MOOC berupa nondegree, upscalling courses, modular, PJJ, dan credut earning.
 
“Jika kita punya kapasitas lebih, maka kita bisa menawarkan non-degree program. Mahasiswa degree akan kita pertahankan kualitasnya, di sisi lain kita bisa ekspansi menyediakan akses kursus dan pendidikan bermutu,” kata Rektor.
 
Apabila hybrid university ini diterapkan dengan baik, diharapkan pada 2045 Unpad bisa bersaing secara global, pembelajaran digitalnya mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter, hingga program di luar degree bisa menjadi salah satu kemandirian Unpad sebagai PTN Badan Hukum.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif