Rektor ITB, Kadarsah Suryadi (kanan) dan Rektor Unsoed, Suwarto (kiri) saat menandatangani MoU, ITB/Humas.
Rektor ITB, Kadarsah Suryadi (kanan) dan Rektor Unsoed, Suwarto (kiri) saat menandatangani MoU, ITB/Humas.

MoU dengan ITB, Unsoed Targetkan Tambah Guru Besar

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 28 Juni 2019 14:51
Jakarta: Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait penyeleenggaraan tridarma perguruan tinggi (PT).
 
Rektor Unsoed, Suwarto berharap dengan MoU ini, Unsoed akan banyak menghasilkan guru besar baru. “Salah satu poin penting dalam kerja sama dengan ITB ialah dalam peningkatan publikasi hasil riset dan penelitian internasional. Dengan begitu ke depannya Unsoed banyak menghasilkan guru besar baru,” kata Suwarto dalam siaran persnya, Jumat 28 Juni 2019.
 
Ia menjelaskan banyak staff pengajar Unsoed yang berasal dari lulusan ITB. Terutama untuk jurusan teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Unsoed juga memiliki visi untuk menjadi kampus yang diakui dunia dengan berbasis kearifan lokal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk itu, sangat perlu menitikberatkan bagaimana eksplorasi sumber daya lokal yang ada di pedesaan. Unsoed berharap dapat terealisasi dengan ITB,” ujar Suwarto.
 
Saat ini, Unsoed memiliki 12 fakultas, 1.100 dosen dan 24ribu mahasiswa. “Program pengabdian kepada masyarakat pun mungkin nanti bisa dikolaborasikan bersama. Semoga MoU ini bisa segera ditindaklanjuti tidak hanya dengan fakultas kedokteran Unsoed, tapi juga fakultas lain,” ungkap Suwarto.
 
Baca:ITB 200 Besar Perguruan Tinggi Terbaik se-Asia Pasifik
 
Sementara itu, Rektor ITB, Kadarsah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Unsoed kepada ITB. Kadarsah mengatakan, Unsoed dan ITB memiliki arah yang sama untuk mengonkretkan hasil riset menjadi suatu karya inovasi agar bermanfaat bagi masyarakat.
 
"Saya gembira karena kita bisa bersinergi, karena dengan kerja sama kita bisa berbuat lebih banyak dan lebih bermanfaat," ujarnya.
 
Tak lupa juga ia menyampaikan bahwa world class university bukan saja dilihat dari riset yang bisa menyelesaikan masalah dunia, tapi justru bisa menyelesaikan masalah lokal dan hasilnya bisa menjadi referensi dunia. Sehingga akan lebih bagus jika riset-riset yang dilakukan oleh Unsoed dan ITB ke depannya menjadi pemecahan masalah lokal.
 
ITB dan Unsoed diketahui keduanya juga tergabung dalam Pertides, yaitu forum perguruan tinggi untuk desa yang dibentuk oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes). "Dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata) kita bisa jalankan bersama, kita bisa kerjasamakan dan sharing riset bersama adalah tujuan kita. Jika kita publikasikan bersama makan nama ITB dan Unsoed juga ikut terbangun," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif