NEWSTICKER
Rektor Intstitut Teknologi Nasional (Itenas), Meilinda Nurbanasari. Foto:  Medcom.id/Roni Kurniawan
Rektor Intstitut Teknologi Nasional (Itenas), Meilinda Nurbanasari. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan

'Kampus Merdeka' Tantangan Terbesar Meilinda Pimpin Itenas

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Roni Kurniawan • 31 Januari 2020 10:10
Bandung: Rektor Institut Teknologi Nasional (Itenas), Meilinda Nurbanasari berkomitmem meningkatkan sumber daya manusia baik dosen maupun mahasiswa. Hal itu diungkapkan Meilinda usai dilantik menjadi Rektor Itenas untuk periode 2020-2025 di Gedung Dayang Sumbi, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Meilinda mengaku memiliki tantangan besar selama lima tahun ke depan memimpin Itenas. Revolusi Industri 4.0 dan kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait Kampus Merdeka menjadi tantangan terbesar bagi Meilinda.
 
"Oleh karena itu, saya sebagai rektor ingin, harus membawa Itenas menjadi perguruan tinggi yang adaptif, produktif, inovatif, dan kompetitif," ujar Meilinda kepada Medcom.id usai dilantik sebagai Rektor Itenas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meilinda juga berkomitmen membawa Itenas lebih adaptif agar mampu menyesuaikan diri dengan dinamika berbagai perubahan yang terjadi di dunia pendidikan.
 
"Kemudian juga harus produktif, karena sekarang yang dituntut adalah produktivitasnya dari perguruan tinggi, baik itu dosennya maupun juga dari mahasiswanya untuk selalu berprestasi," bebernya.
 
Selain itu, ia pun mencanangkan Itenas untuk lebih inovatif dengan cara mendorong dosen maupun mahasiswa memunculkan berbagai invoasi yang bermanfaat bagi masyarakat
 
"Karena kita tahu dengan banyaknya inovasi bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang mungkin ada di masyarakat atau pun bisa meningkatkan daya saing bangsa," ungkapnya.
 
Terakhir, Meilinda pun akan berupaya agar Itenas bisa terus bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Ia pun mengajak dosen serta mahasiswa untuk turut membawa Itenas terus bersaing di berbagai bidang.
 
"Kalau kita lihat di sini persaingan semakin ketat. Oleh karena itu jiwa kompetitifnya harus dibangun, enggan cuma di mahasiswa tapi dosennya juga," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif