Dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Sarkawi B Husain. Foto: Dok. UNAIR
Dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Sarkawi B Husain. Foto: Dok. UNAIR

Dosen Ilmu Sejarah UNAIR Jelaskan Urgensi Pergerakan Dokter di Indonesia

Pendidikan sejarah Dosen UNAIR
Citra Larasati • 11 Mei 2022 12:45
Jakarta:  Dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Sarkawi B Husain menjadi narasumber dalam diskusi daring bertajuk Sejarah Pergerakan Dokter di Indonesia.  Diskusi tersebut juga menghadirkan Hans Pols, profesor dari University of Sydney sekaligus penulis buku Merawat Bangsa: Sejarah Pergerakan Para Dokter Indonesia yang diterbitkan oleh Kompas pada tahun 2018.
 
Pada kesempatan itu, Sarkawi menyampaikan bahasan penting yang terdapat dalam buku karya Hans Pols. Menurutnya, buku tersebut mampu menjelaskan posisi dokter yang unik sehingga dapat mendiagnosis patologi kolonialisme.
 
“Mereka mampu mengidentifikasi sifat dan tekanan yang melekat dalam proses revolusi sosial dan juga dokter juga mampu memberi resep intervensi terabiotik terhadap aturan sosial yang tidak beres,” jelasnya, dikutip dari laman UNAIR, Rabu, 11 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa ilmu kedokteran justru melahirkan paham baru di kalangan Bumiputera. Hal tersebut ditandai dengan terbukanya pikiran masyarakat Bumiputera yang mulai membuka wawasan luas, wacana, serta kesadaran akan bangsa penjajah dan non-penjajah.
 
“Profesor Hans tidak hanya menyajikan data mengenai peran penting para dokter Indonesia, tetapi juga mematahkan sebuah fakta bahwa dokter pada era kolonial menjadi alat kolonialisme,” ujar Sarkawi.
 
Baca juga:  Mahasiswa UNAIR Bagikan Tips Nyaman Ikuti Program IISMA di Korea Selatan
 
Sebaliknya, ilmu kedokteran justru mengilhami para dokter Indonesia untuk melakukan kritik kepada pemerintah kolonial karena tingginya prevalensi penyakit penduduk asli dan standar perawatan kolonial yang tidak memadai.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif