Mahasiswa Unesa Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri alias Fira. DOK Unesa
Mahasiswa Unesa Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri alias Fira. DOK Unesa

Kenalan dengan Fira, Mahasiswa Disabiltas Unesa Pendiri Sekolah Model untuk Difabel

Renatha Swasty • 27 Juni 2022 10:57
Jakarta: Keterbatasan fisik tak pernah membuat Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri alias Fira berhenti berprestasi. Mahasiswa angkatan 2020 prodi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menerlurkan banyak prestasi.
 
Baru-baru ini, dia masuk dalam daftar 10 perempuan dan lembaga inspiratif, Inspiring Women 2022, oleh Beritasatu Media Holdings pada Mei 2022. Fira bersanding dengan nama-nama besar, yakni Direktur Bosscha Observatory Premana Wardayanti Premadi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.  
 
Fira terpilih sebagai perempuan inspiratif dalam kategori pendidikan (perorangan). Dia memiliki catatan prestasi membanggakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perempuan asal Surabaya itu memiliki hobi modeling. Fira pernah juara 1 Putra Putri Fashion Jawa Timur 2021, menjadi Duta Fashion Anak Berkebutuhan Khusus, juara favorit Putra Putri Batik Bordir Jawa Timur, juara harapan 3 Top Model Competition, dan beberapa prestasi lainnya. Dia juga mewakili Indonesia dalam Discover Indonesia: Cultural Performance and Fashion Show di Turki pada Desember 2021.
 
Fira tak ingin berprestasi sendiri. Dia mendorong anak-anak lain memiliki semangat yang sama dengannya.
 
Dia ingin menularkan kemampuan modelingnya kepada orang lain, terutama teman-teman disabilitas. Fira menyebut disabilitas tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berkarya-berprestasi. 
 
Disabilitas harus menjadi alasan untuk terus belajar, berkarya, dan meraih banyak prestasi.
Untuk mewujudkan itu, di sela-sela kesibukan kuliah, Fira mengajar di sekolah fashion yang ia dirikan bersama Ibunya. 
 
Sekolah bernama Fira Modelling Disabilitas (FMD) itu khusus untuk penyandang disabilitas yang ingin belajar dan mengembangkan minat-bakat serta kemampuan dalam bidang modeling. Saat ini, FMD sudah tersedia di dua lokasi, yakni Grand City Surabaya dan Malang. 
 
Lewat sekolah itu, Fira tak hanya mengajar fashion, tetapi juga ada kelas dancing, tari, dan masih banyak lagi. “Meski saya dibantu Ibu, tetap saya harus pandai membagi waktu, ya kuliah, ngajar, dan kerja,” ujar Fira dikutip dari laman unesa.ac.id, Senin, 27 Juni 2022.
 
Fira memiliki beberapa kiat menjadi pribadi produktif dan berprestasi. Pertama, yakin dan selalu mencoba sesuatu yang baru. 
 
Kedua, menekuni hobi dan mengembangkan secara konsisten. Ketiga, terus dilatih dan berlatih. Keempat, tak pantang menyerah dan selalu mencoba hal-hal baru selama itu positif. 
 
“Jangan merasa malu atau tidak bisa. Saya proses saja dulu, untuk hasil menurut saya itu bonus,” tutur dia. 
 
Fira mengakui saat melakukan sesuatu, rasa malas selalu menghantui. Dia menyebut hal itu manusiawi. 
 
Kendati berat, rasa malas harus dilawan dengan pandai memotivasi diri atau menempatkan diri dalam sirkel yang mendukung dan memotivasi. “Saya menjadikan kedua orang tua, Mama saya sebagai motivasi yang paling utama. Doa dan restu orang tua adalah kunci kesuksesan semua orang,” tutur dia.  
 
Baca: Yusuf, Mahasiswa Unesa di Balik Aplikasi Simpel BNNP Jatim
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif