Universitas Didorong Ciptakan Produk Kosmetik dari Rempah

Husen Miftahudin 05 Februari 2018 18:02 WIB
pendidikan
Universitas Didorong Ciptakan Produk Kosmetik dari Rempah
Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe. (Foto: Dokumen Kemenristekdikti).
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong universitas untuk mengembangkan sumber daya alam yang ada di daerah menjadi bahan baku setengah jadi atau intermediate product. Pengembangan bahan baku setengah jadi itu khusus untuk produk obat dan kosmetik.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe menyebut hasil alam yang melimpah seperti di Maluku dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku produksi obat dan kosmetik dalam negeri.


"Kita perlu mengembangkan teknologi yang bisa mengubah sumber daya alam ini, dari bahan baku menjadi intermediate product untuk bahan baku obat atau kosmetik," kata Jumain seperti dilansir dari Antara, Senin, 5 Februari 2018. Dengan peningkatan produksi intermediate product, Jumain yakin nilai jual bahan baku hasil sumber daya alam di daerah dapat meningkat dan berkualitas, baik untuk keperluan ekspor maupun produksi dalam negeri.

"Maluku dulu banyak rempah-rempah seperti pala, cengkih, dan kayu putih yang saat ini sebagian besar sudah hilang. Padahal, selama ini Pemerintah Belanda mengambil rempah-rempah di sana itu untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan obat," jelasnya.

Satu-satunya kampus negeri di Maluku, Universitas Pattimura, diharapkan dapat berpartisipasi meningkatkan teknologi sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat setempat guna menciptakan bahan baku setengah jadi dari hasil sumber daya alam.

"Ambon itu penghasil rempah-rempah terbaik di dunia sebenarnya. Oleh karena itu, Wapres Jusuf Kalla menekankan bagaimana peran perguruan tinggi seperti Universitas Pattimura ini untuk mengembalikan kejayaan Ambon," ujarnya.



(HUS)